Budaya
Warisan Tradisional
Kuil, rumah panjang, dan rumah panggung. Apa yang dikenakan orang pada hari-hari terpenting mereka. Irama yang diwariskan turun-temurun dengan tangan. Kerajinan yang berbeda-beda, namun dengan naluri yang sama: mempertahankan cara sesuatu selalu dikerjakan.

Pasar Bolu: Pasar di Rantepao Tempat Toraja Menjual Beli Kerbau yang Akan Dikorbankan
Setiap enam hari sekali, para peternak membawa sekitar seratus ekor kerbau ke Pasar Bolu di Rantepao, tempat warna dan corak semata bisa melipatgandakan harga seekor kerbau berkali-kali lipat. Kunjungan ke salah satu peternakan kecil yang memelihara mereka memperlihatkan apa yang terjadi sebelum seekor kerbau pun sampai ke pasar.

Lombok Parinding: Makam Gua Toraja Tempat Lumut Telah Menguasai Tengkorak-Tengkorak
Di dalam sebuah gua kapur berusia 700 tahun di Toraja Utara, peti-peti mati yang dahulu tergantung di dinding batu telah berabad-abad jatuh dan hancur berkeping-keping, menyebarkan tengkorak dan tulang-belulang di atas tanah, tepat di tempat mereka terjatuh.

Lo'ko Mata: Bongkahan Batu Toraja Tempat Makam Keluarga Masih Terus Dipahat
Di dekat Batutumonga, sebongkah batu berbentuk lonjong telah menyimpan jenazah satu keluarga Toraja sejak sekitar abad ke-14. Tak jauh dari sana, dengan naik motor sebentar saja, seseorang masih memahat liang baru ke dalam batu dengan tangannya sendiri.

Sou Raja: Istana yang Tak Bisa Dimiliki Seorang Raja
Rumah kerajaan para raja Kaili di Palu yang dibangun pada 1892 — istana hasil perpaduan Bugis-Kaili dengan ruang musyawarahnya sendiri, sebuah kamar yang hanya boleh dimasuki raja dan istrinya, dan sebuah aturan bahwa siapa pun yang membangunnya tak pernah benar-benar memilikinya.

Istana Malige: Istana Sultan yang Hanya Bisa Dimasuki dengan Izin Keturunannya
Istana kayu para sultan Buton di Baubau dari tahun 1930-an ini — empat lantai dan empat puluh tiang yang berdiri tanpa satu paku pun, tangga yang curamnya cukup untuk menguji lutut, dan bagian dalam yang nyaris tak pernah dilihat pengunjung mana pun tanpa izin dari keturunannya.

Arkam Babu Rahman: Masjid Terapung yang Tak Mampu Ditumbangkan Tsunami
Masjid Terapung Palu, berdiri di atas tiang-tiang tiga puluh meter dari bibir pantai — satu-satunya bangunan yang masih berdiri di tempat gempa dan tsunami 2018 meluluhlantakkan kawasan tepi pantai di sekelilingnya, kini tak lagi bisa dipakai untuk salat namun mustahil dilewati begitu saja tanpa berhenti.

Benteng Keraton Buton: Menjelajahi Benteng Terbesar di Dunia
Benteng bersertifikat Guinness milik Baubau ini begitu luas sehingga memasukinya sama sekali tidak terasa seperti memasuki sebuah kastel, melainkan seperti memasuki kota kecil di lereng bukit lengkap dengan ratusan rumah, sebuah masjid, dan sejarah sebuah kesultanan, semuanya terbungkus dalam tembok batu karang sepanjang 2.740 meter.

Batu Popaua: Batu Tempat Setiap Sultan Buton Mengucapkan Sumpahnya
Terselip di samping masjid keraton Baubau, di dalam tembok benteng terbesar di dunia, sebuah batu kecil dengan lubang berbentuk telapak kaki menyimpan empat abad sejarah penobatan, dimulai dari penguasa pertama Buton, seorang perempuan bernama Wa Kaa Kaa.

Baruga Keraton: Balai Kayu Tempat Para Sultan Buton Diangkat dan Diturunkan
Tepat di sebelah batu tempat para sultan Buton mengucapkan sumpah jabatan, berdiri sebuah balai kayu besar yang ternyata mengemban tugas yang jauh lebih berat: bermusyawarah, mengumumkan, dan bila perlu, menurunkan seorang penguasa dari takhtanya.

Woloan: Desa di Sulawesi Utara Tempat Setiap Rumah Dibangun untuk Dijual
Di perbukitan atas Tomohon, sebuah desa secara keseluruhan membangun rumah-rumah kayu panggung tanpa satu paku pun — bukan untuk dihuni, melainkan untuk dijual kepada pembeli hingga sejauh Argentina dan Prancis.

Somba Opu: Benteng yang Dibangun Gowa Selama 145 Tahun dan Hilang dalam Tiga Tahun
Ibu kota sekaligus benteng perdagangan Kerajaan Gowa dari abad ke-16, dirobohkan oleh VOC dan sejak itu dibangun kembali sebagai taman berisi rumah-rumah adat dari seluruh Sulawesi Selatan — sebagian telah dipugar, sebagian lainnya diam-diam runtuh perlahan.

Pasar Extreme: Pasar Tomohon yang Menjual Apa Saja yang Bisa Dimakan
Sebuah pasar di perbukitan atas Manado yang tampak biasa saja di pintu masuknya, lalu berubah menjadi sesuatu yang sama sekali berbeda begitu sampai di meja-meja bagian belakang — tikus hutan, ular, kelelawar, dan anjing, dijual berdampingan dengan sayur-mayur, berakar pada budaya kuliner Minahasa serta kontroversi seputar satwa yang terancam punah.