← Cerita
Diary·Australia·25 Agustus 2025·2 menit baca

🇦🇺 Bersepeda di Pagi Berkabut dan Pesta Tak Terduga di Gosford

Pagi Berkabut di Perbukitan

Ketika aku membuka ritsleting tendaku pagi itu, dunia di luar terbungkus kabut. Suasananya terasa seperti mimpi, sunyi, dan sedikit surreal. Pikiran pertamaku tertuju pada bunga-bunga yang kubawa di trailer-ku. Pada suatu pagi di Cann River, aku pernah terbangun dan mendapati semuanya membeku kaku. Namun kali ini berbeda. Mungkin karena aku sudah berada di utara Sydney, hawa dinginnya lebih ringan. Bunga-bunga itu aman, masih hidup dan segar, bergoyang lembut ditiup angin pagi yang sejuk.

Dengan lega, aku membereskan perkemahanku. Rencanaku hari itu adalah melewati Gosford dan, jika memungkinkan, melanjutkan ke The Entrance, sebuah kota resor tepi laut. Aku belum tahu di mana akan berkemah di sana, tetapi aku memutuskan untuk memikirkannya nanti. Untungnya, aku berkemah di dekat puncak sebuah bukit, sehingga pagi itu dimulai dengan turunan yang mudah. Menjelang tengah hari, aku meluncur mulus memasuki Gosford.

Beristirahat di Tepi Danau

Di Gosford, aku berhenti di tepi sebuah danau untuk beristirahat. Airnya memantulkan langit, dan taman di sekitarnya begitu damai. Aku merekam video singkat sambil menikmati pemandangan. Saat itulah seorang pria dan rombongannya menghampiriku. Setelah beberapa patah kata, dia tiba-tiba berkata:

"Kamu harus menginap di tempatku. Sungguh, menginaplah semalam. Aku bahkan bisa mengantarmu sampai Newcastle kalau kamu mau."

Undangan seperti itu jarang terjadi, dan aku selalu berusaha menghargainya ketika datang. Aku setuju, dan bersama-sama kami pergi ke rumahnya.

Sambutan Hangat dan Hadiah Buatan Tangan

Begitu aku melangkah masuk, aku ditawari segelas anggur dengan kata-kata, "Kamu sudah sampai sejauh ini, sekarang santai saja." Bahkan si kucing pun seolah menyambutku. Aku sangat lelah karena perjalanan, jadi aku bertanya apakah aku boleh tidur siang sebentar. Sementara aku tidur, tuan rumahku diam-diam mengerjakan sesuatu yang luar biasa.

Dia memperhatikan papan kayuku yang bertuliskan "Have a Nice Day"—papan yang kubuat sendiri di Margaret River tetapi sering kali sulit dibaca. Selagi aku tidur, dia menghias dan membangunnya kembali menjadi sesuatu yang tegas, kuat, dan mudah terlihat, layaknya karya seorang pengrajin. Ketika aku melihatnya, aku tak bisa berkata-kata. Papan itu indah, jauh lebih baik dari yang asli, dan aku langsung tahu bahwa itu akan menjadi bagian penting dari perjalananku.

Pengalaman Pesta ala Australia

Ketika malam tiba, dia berkata kepadaku, "Ada pesta malam ini bersama teman-teman dan tetangga. Ikutlah."

Aku belum pernah benar-benar merasakan pesta bergaya Australia sebelumnya, jadi aku pergi dengan rasa penasaran. Tak lama kemudian, aku dikelilingi oleh tawa, makanan, dan musik. Salah satu tetangga, Chris, bahkan memberiku hadiah, dan meja penuh dengan hidangan lezat. Aku mendapati diriku menikmati semuanya—kehangatan orang-orangnya, alur percakapannya, dan suasana yang asing namun mengasyikkan.

Kami begadang hingga hampir pukul 2 pagi. Bagi orang sepertiku, yang biasanya tidur lebih awal selama perjalanan, ini tidak biasa. Tapi aku merasa bersyukur. Diterima begitu terbuka oleh orang-orang yang baru saja kutemui mengingatkanku sekali lagi mengapa perjalanan ini begitu bermakna.

Memories of the Road — Australia

Dari perjalanan ini

Memories of the Road — Australia

Bagikan