### Hiro | World Bike Traveler | Twitter, Instagram, TikTok | LinktreeView hirotheworld’s Linktree to discover and stream music from top platforms like YouTube, Spotify here. Your next favorite track is just a click away!
Halo, aku Hiro, Sang Pengelana Dunia Bersepeda. Hari ini, aku ingin berbagi satu lagi titik balik dalam hidupku: perjalanan dari saat aku masuk universitas di Japan hingga studi ke luar negeri di Philippines.
Memasuki Dunia Perkuliahan
Mengucap Selamat Tinggal pada Keinginan-Keinginan Sederhana
Beberapa bulan setelah mulai kuliah, aku pindah dari Ibaraki ke Tokyo. Aku membayangkan kehidupan baru yang menyenangkan, tetapi kenyataannya terasa begitu mekanis—dua jam perjalanan pulang-pergi setiap hari, rutinitas yang sama diulang tanpa henti.
Suatu hari, aku menyadari sesuatu: Jika aku terus hidup seperti ini, aku akan layu tanpa pernah menemukan apa yang benar-benar kucintai. Aku akan gagal memenuhi harapan pelatihku.
Pelatihku pernah memberiku bola MVP, bukan karena aku pemain terbaik, melainkan karena ia ingin aku terus mengejar tantangan. Untuk pertama kalinya, aku memahami makna di balik itu. Hari itu, aku memutuskan untuk berhenti menunggu dan mulai bertindak.
Pemicu untuk Bertindak: Philippines
Suatu sore, orang tuaku dengan santai mengusulkan, "Kenapa tidak coba studi ke luar negeri?" Sepuluh menit kemudian, tanpa berpikir dua kali, aku sudah membeli tiket seharga 250.000 yen menuju Cebu. Itu adalah pengalaman pertamaku ke luar negeri. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi, tetapi untuk sekali ini, aku ingin melompat sebelum keraguan sempat menangkapku.
Tiba di Cebu dan Rentetan Kesialan
Bencana terjadi di Manila—aku kehilangan tiket transitku. Pandanganku memutih seketika. Dikelilingi tatapan kosong orang-orang, aku merasa seperti mangsa di padang savana. Selama satu jam aku mencari, hampir menyerah, ketika seorang wanita menepuk pundakku dan menyerahkan tiket yang hilang itu.
Di Japan, aku sudah membayangkan tiket itu pasti dicuri. Namun yang kutemukan justru kebaikan yang tak terduga.
Tetapi takdir belum selesai mempermainkanku. Badai menunda penerbanganku, dan aku akhirnya tiba di Cebu pukul 2 dini hari, menyelinap pelan-pelan ke kamarku agar tidak membangunkan teman sekamar.
Menghadapi Kecemasanku
Sumber kecemasanku yang sebenarnya adalah teman-teman sekamarku. Dua di antaranya berasal dari Korea. Aku belum pernah berbicara dengan orang Korea sebelumnya, dan media Japan hanya memberiku stereotip. Aku takut mereka akan membenciku hanya karena aku orang Japan.
Tetapi aku tidak bisa mundur lagi sekarang. Dengan hati yang bergetar seperti anak domba yang baru lahir, aku terus melangkah maju.
Meruntuhkan Stereotip
Keesokan paginya, aku tak sengaja mendengar mereka membicarakan "anak Japan yang baru datang." Mengumpulkan keberanian, aku pun bergabung dalam percakapan itu.
Salah satu dari mereka tersenyum dan berkata, "Aku senang kamu sampai dengan selamat di Cebu."
Bukan sekadar "Senang berkenalan denganmu," melainkan kepedulian yang tulus. Ia menjelaskan bahwa ketika aku belum juga tiba hingga pukul 1 dini hari, mereka tetap terjaga, mengkhawatirkan keadaanku.
Kebaikannya meruntuhkan cara pandangku yang sempit tentang dunia. Sampai saat itu, "Korea" tidak lebih dari sekadar judul berita dan gambar di layar televisi. Kini, ia menjadi persahabatan.
Memperluas Cakrawala
Berawal dari tindakan baik pertama itu, sebulan penuh di Philippines terus membawaku pada pelajaran dan pertemuan-pertemuan baru. 300.000 yen yang kukeluarkan sudah terbayar nilainya hanya dalam satu hari pertama saja.
Dalam perjalanan pulang dari bandara, duduk di mobil ayahku, aku membuat sebuah keputusan: aku ingin berkeliling dunia.
Hanya dalam waktu satu bulan, dunia kecilku telah hancur dan dibangun kembali. Kini, bayangan untuk melangkah ke dunia yang jauh lebih luas memenuhi diriku dengan semangat.
### Hiro | World Bike Traveler | Twitter, Instagram, TikTok | LinktreeView hirotheworld’s Linktree to discover and stream music from top platforms like YouTube, Spotify here. Your next favorite track is just a click away!