← Cerita
Diary·Australia·25 Agustus 2025·2 menit baca

🇦🇺 Tanjakan Terjal: Bersepeda Menuju Berowra

Pagi yang Santai di Tengah Semak

Aku bangun sekitar pukul 7.30. Meski aku sempat terbangun beberapa kali di malam hari, saat itulah aku benar-benar bangkit dari tidur. Tidak ada alasan untuk terburu-buru berangkat. Lokasi perkemahan berada jauh di dalam semak, sunyi dengan hampir tidak ada orang atau mobil yang lewat, sehingga aku bisa mengambil waktu untuk berkemas dan bersiap menghadapi hari.

Tujuanku adalah Berowra, sekitar 40–50 kilometer jauhnya. Jaraknya bukan jarak yang ekstrem, tetapi dengan trailer yang terpasang di sepedaku, tenaga yang dibutuhkan terasa dua kali lipat dibanding bersepeda tanpa trailer. Aku memperkirakan usahanya akan setara dengan bersepeda sejauh 80–90 kilometer. Jadi aku menargetkan berangkat sekitar pukul 9 pagi agar punya cukup waktu.

Pertemuan Tak Terduga dengan Seekor Laba-laba

Tepat saat aku hendak berangkat, aku melihat sesuatu yang sudah lama ingin aku temukan—seekor laba-laba Golden Orb-Weaver. Warna hijau neonnya yang cerah membuatnya tampak berbahaya, tetapi belakangan aku tahu bahwa gigitannya hanya menyebabkan bengkak, tidak lebih. Warna tak biasa itu adalah bagian dari kamuflasenya. Anehnya, aku justru menganggapnya indah. Bertemu makhluk seperti itu membuat pagi itu terasa istimewa.

Melintasi Pinggiran Kota Sydney

Semakin jauh aku bersepeda, aku semakin sadar betapa dekatnya aku masih dengan Sydney. Jalanan ramai, dengan tanjakan dan turunan yang terus-menerus. Aku harus tetap fokus, mengawasi pejalan kaki sekaligus lalu lintas, yang dengan cepat menguras tenagaku.

Aku singgah di sebuah minimarket OTR untuk mengganti botol air yang hilang di Sydney. Setelah itu beres, aku melanjutkan perjalanan hingga tiba di Woolworths, tempat aku akhirnya bisa membeli makanan. Sampai saat itu, aku hampir tidak punya makanan tersisa, jadi bisa berbelanja lagi terasa melegakan.

Dari sana, Newcastle masih berjarak 140 kilometer, tetapi targetku lebih dekat—Hornsby.

Bertemu Orang-orang Asing di Tanjakan

Jalan menuju Hornsby melewati tanjakan yang curam. Di sepanjang jalan, aku bertemu seorang pria tua berjanggut putih, mungkin berusia 80-an. Ia berhenti untuk mengobrol dan menceritakan perjalanan yang pernah ia lakukan bertahun-tahun lalu. Dengan senyum ceria, ia menyemangatiku untuk terus melanjutkan. Kata-katanya membawa kehangatan dan kekuatan, dorongan yang tepat aku butuhkan untuk menuntaskan tanjakan itu.

Kemudian, saat aku menuju Berowra, aku bertemu pria lain yang sedang mengajak anjingnya jalan-jalan. Ia menyebutkan ada area istirahat di depan sana. Sejenak, aku berpikir itu akan menjadi tempat sempurna untuk berkemah. Namun setelah sampai, aku sadar tempat itu diperuntukkan bagi truk, bukan tenda. Dengan waktu yang sudah mendekati pukul 4.30 sore, aku memutuskan harus terus bergerak.

Menemukan Lokasi Kemah yang Sempurna

Tak lama kemudian, aku menemukan sebuah lokasi kemah yang tak terduga. Tempatnya tenang, tersembunyi, dan memiliki pemandangan tebing yang menakjubkan hanya beberapa langkah dari sana. Aku memutuskan untuk bermalam di sana.

Satu-satunya kekhawatiran adalah lokasinya yang dekat dengan beberapa tiang listrik, yang berarti para pekerja mungkin akan datang di pagi hari. Jadi aku berencana berangkat lebih awal. Meski begitu, saat memandang ke arah tebing, aku merasa bersyukur. Besok, aku ingin meluangkan waktu sejenak untuk menikmati pemandangan itu sebelum melanjutkan perjalanan—sebuah kenangan untuk aku bawa terus dalam perjalanan ini.

Memories of the Road — Australia

Dari perjalanan ini

Memories of the Road — Australia

Bagikan