← Cerita
Diary·Australia·25 Agustus 2025·2 menit baca

🇦🇺 Berbagi Setangkai Bunga di Bomaderry: Tugas, Jalan Kaki, dan Air Mata Bahagia

Empat Tugas yang Tak Bisa Ditunda Lagi

Hari ini dimulai dengan daftar yang jelas di kepalaku—empat tugas penting yang sudah terlalu lama kuhindari:

  • Membuka rekening bank

  • Mendapatkan nomor telepon

  • Mengajukan Tax File Number (TFN)

  • Membeli bunga

Bagi siapa pun yang tinggal atau bekerja di Australia, tiga hal pertama adalah langkah-langkah penting. Aku selalu membayangkannya rumit, jadi aku terus menundanya. Tapi pagi itu aku memutuskan untuk menyelesaikan semuanya sekaligus.

Di luar dugaan, setiap prosesnya berjalan lancar, dan dalam satu hari saja semuanya selesai. Hal ini mengingatkanku sekali lagi bahwa, dalam perjalanan maupun kehidupan, yang paling penting hanyalah memulai.

Berjalan Kaki ke Nowra dan Mencari Bunga

Dari Bomaderry ke kota tetangga, Nowra, jaraknya sekitar empat kilometer untuk sekali jalan. Bagiku, yang terbiasa bersepeda setiap hari, berjalan kaki terasa seperti perubahan yang menyegarkan. Langkah demi langkah, aku mengamati jalan-jalan, toko-toko, dan ekspresi orang-orang setempat.

Nowra adalah kota yang nyaman, lengkap dengan pusat perbelanjaan, toko ponsel, bank, dan toko bunga. Saat menjelajahi salah satu toko bunga, aku menemukan mawar yang bisa dibeli satuan. Selama ini aku sering membeli buket bunga, tapi dengan harga sekitar 20 dolar per buket, itu terlalu mahal untuk terus dilakukan. Hari itu, aku memutuskan mengubah gayaku: alih-alih buket, aku akan memberikan setangkai bunga saja setiap kali.

Bahkan setangkai bunga kecil, ketika diberikan langsung kepada seseorang, membawa maknanya sendiri. Aku percaya pada kebenaran sederhana itu, dan aku ingin membawanya ke dalam perjalanan yang masih panjang di depan.

Hadiah yang Mengundang Air Mata

Kembali di rumah tuan rumahku, aku mengulurkan salah satu mawar itu dan memberikannya kepada mereka. Terkejut, mereka bertanya, "Kenapa kamu memberikan ini padaku?"

Aku menatap mereka dan berkata pelan, "Bunga ini untukmu."

Pada saat itu, aku melihat air mata menggenang di mata mereka. Sebenarnya, senyuman atau ucapan terima kasih saja sudah cukup. Tapi melihat air mata haru sebagai balasannya—itu adalah sesuatu yang jauh melampaui apa yang kuharapkan.

Perjalanan bukan sekadar berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Tujuan sejatinya terletak pada berbagi kebahagiaan yang melampaui harapan. Setangkai bunga itu mengingatkanku mengapa aku membawa bunga di sepedaku. Bukan hanya soal bunga itu sendiri, tapi soal momen keterhubungan yang tercipta darinya.

Memories of the Road — Australia

Dari perjalanan ini

Memories of the Road — Australia

Bagikan