Memulai Kembali Perjalanan Trailer Jarak Jauh

Pukul enam pagi, udara di sekitar tempat berkemah terasa lembap, menempel sedikit di kulitku. Merangkak keluar dari tenda, aku menghangatkan diri dengan semangkuk mi instan yang masih mengepul. Hari ini adalah awal kembali perjalanan jarak jauh dengan sepeda dan trailer-ku. Tujuanku adalah Frankston, sebuah kota tepi laut di tenggara Melbourne.
Malam sebelumnya, beberapa pesan sampai kepadaku: "Hujan akan datang." Dan benar saja, tetesan ringan mulai turun tepat sebelum keberangkatan. Namun, saat aku mulai berangkat, awan mulai terbelah dan langit perlahan cerah.
Menyusuri Jalan Pesisir dengan Kayuhan yang Berat

Aku pernah melewati jalan menuju Frankston ini sebelumnya, tapi belum pernah dengan trailer di belakangku. Beban tambahan itu membuat kayuhan jauh dari ringan. Bahkan tanjakan kecil menuntut seluruh otot di tubuhku.
"Jangan memaksakan diri. Pelan-pelan saja." Aku mengulang kalimat ini pada diriku sendiri saat mengayuh sejauh hampir 50 kilometer. Aku berangkat pukul sembilan pagi dan tiba tepat sebelum pukul empat sore. Lebih lambat dari rencana, tetapi kecepatan itu memberiku kesempatan untuk benar-benar meresapi pemandangan di sepanjang jalan dan lanskap yang terus berubah.
Di tempat istirahat, aku memakan bola nasi yang kubawa. Saat mendongak, kudapati langit abu-abu di pagi hari telah menghilang, digantikan hamparan biru murni yang luas.
Angin Laut Frankston dan Keheningan Malam

Frankston, meski merupakan bagian dari pinggiran kota Melbourne, memiliki pantai dan marina yang indah. Di musim panas, tempat ini menarik penduduk lokal maupun wisatawan, tetapi pada hari itu, suasananya tenang, dengan angin laut yang lembut berhembus melintasi kota.
Malam itu, aku mendirikan tenda di bawah atap sebuah pondok di taman umum. Berada dalam pandangan orang lain membuatku sedikit tegang, tapi lebih dari itu, aku merasa bersyukur. "Hanya dengan memiliki atap di atas kepalaku saja sudah menjadi berkah," pikirku. Mungkin ini adalah sepotong kecil kedamaian yang kudapatkan lewat perjalanan panjang ini.
Terbungkus angin sunyi senja, hari itu berakhir dengan lembut.
