Perpisahan dan Rasa Syukur di Bunbury

Pada 4 Maret, aku meninggalkan Bunbury setelah menginap dua malam bersama Will dan keluarganya. Hatiku dipenuhi rasa syukur. Waktu pertemuan kami adalah sebuah keajaiban—jika aku menghubungi mereka sedikit lebih lambat saja, mungkin aku tidak akan pernah bertemu mereka, karena mereka sendiri akan segera memulai perjalanan mereka. Kebaikan dan kemurahan hati yang mereka tunjukkan padaku akan terus kuingat untuk waktu yang lama.
Menyiapkan Susunan Sepeda
Sebelum berangkat, aku mulai menata ulang susunan sepedaku. Setelah sekitar sepuluh hari di Australia, akhirnya aku mulai melihat seperti apa "susunan ideal"-ku. Namun, tergantung pada berapa banyak barang bawaan yang kubawa, susunannya berubah setiap kali. Dalam arti tertentu, penyesuaian yang terus-menerus itu adalah bagian dari kesenangannya—teka-teki perjalanan yang terus berkembang.
Hanya butuh sepuluh menit bagiku untuk menyelesaikan susunan hari ini. Setelah sepeda dimuati dan siap, aku merasakan kembali gairah yang biasa itu—menuju hal yang tak diketahui.
Bersepeda Bersama untuk Sementara
Will dengan baik hati berjalan di sampingku untuk sebagian jalan saat aku berangkat. Sudah lama sekali sejak terakhir kali aku bersepeda bersama orang lain, dan perasaan itu terasa menyegarkan. Berbagi jalan, meski hanya untuk jarak pendek, membuat keberangkatanku terasa lebih ringan dan hangat.
Setelah kami berpisah, sekitar sepuluh menit kemudian, aku teringat sesuatu yang harus kulakukan. Aku berhenti di sebuah taman, membuka laptopku, dan menghabiskan waktu untuk fokus pada pekerjaan komputer sebelum melanjutkan perjalanan.
Tiba di Rumah Tuan Rumah Baru

Menjelang sore, aku tiba di rumah tuan rumah baruku. Kebun mereka langsung menarik perhatianku—lingkungan yang penuh dengan sayuran dan pohon buah. Bagiku, seseorang yang bermimpi suatu hari nanti membangun ruang untuk menanam makananku sendiri, sungguh menginspirasi dan mendidik melihat bagaimana mereka membangunnya.
Ketika aku menyampaikan kekagumanku, tuan rumahku memberiku sebotol madu buatan rumah. Warnanya keemasan, harum, dan pekat. Aku membatin, "Ini pasti akan membuat sarapan jadi lebih seru." Tapi aku juga tertawa pelan—jika aku mulai meminumnya langsung dari botolnya, madu itu pasti akan cepat habis.
