← Cerita
Diary·Australia·24 Agustus 2025·2 menit baca

🇦🇺 Keramahan di Jalan dan Pengalaman Pertama Memasak dengan Kompor Gas di Middlesex

Pagi Penuh Kebaikan Hati

Pada 12 Maret, aku bangun di rumah seorang peternak sapi yang kutemui sehari sebelumnya. Ia dengan baik hati menawarkan tempat menginap setelah hari yang panjang di jalan. Saat aku bersiap untuk berangkat pagi itu, aku melihat ia sudah menyiapkan sarapan.

Bacon, telur, roti, dan secangkir kopi—sarapan klasik ala Australia. Itu memberiku energi yang kubutuhkan untuk hari yang akan dijalani.

Tepat saat aku bersiap berangkat, ia berkata, "Di depan ada banyak zona konstruksi yang tidak bisa dilewati sepeda. Aku akan mengantarmu sebagian jalan."

Aku menerimanya dengan penuh syukur. Selain tumpangan, ia juga memberiku air bersih, meyakinkanku bahwa air itu aman diminum. Kemurahan hatinya sungguh luar biasa.

Akhirnya, kami tiba di titik tempat kami harus berpisah. Aku berterima kasih kepada David, sangat tersentuh oleh kehangatan yang ia tunjukkan meski ia punya pekerjaannya sendiri yang harus diselesaikan. Pertemuan-pertemuan seperti ini membuat perjalanan ini tak terlupakan.

Berjuang di Jalan Tanah Berlumpur

Setelah berpamitan, aku menata ulang perlengkapanku dan berangkat menuju Middlesex. Jalannya kasar—jalan tanah yang panjang dengan tanjakan dan turunan yang terus-menerus.

Karena hujan turun sehari sebelumnya, tanahnya berlumpur dan lembek, membuatnya sangat sulit untuk mengayuh. Setiap putaran roda terasa lebih berat dari biasanya. Kemajuannya sangat lambat, tapi setelah hampir tiga jam, termasuk waktu istirahat, aku akhirnya tiba di rumah tuan rumahku di Middlesex.

Rumah yang Masih Dalam Proses

Tuan rumah menjelaskan bahwa rumah itu masih dalam renovasi, sebuah proyek yang sudah berlangsung selama beberapa tahun. Kamar tempatku menginap terlihat lebih mirip gudang, dengan dua gerbong kereta yang tidak terpakai—sekitar tiga atau empat gerbong panjangnya—terparkir di luar.

Tempat itu punya suasana yang unik, terus berubah lewat renovasi yang tak henti. Rasanya seperti proyek yang hidup, dan aku menemukan inspirasi di dalamnya. Suatu hari nanti, aku ingin sekali menciptakan tempat dengan karakter dan sejarah yang serupa.

Pertama Kali Menggunakan Kompor Gasku

Makan malam malam itu sederhana: mi instan. Itu juga pertama kalinya dalam perjalanan ini aku menggunakan kompor gasku.

Sampai saat itu, aku selalu menghindarinya, sebagian karena rasa takut. Bayangan api yang menyebar tak terkendali membuatku ragu. Dan sejujurnya, kebaikan hati orang-orang Australia—yang berbagi makanan denganku—membuatku jarang perlu memasak sendiri.

Tapi kali ini, aku akhirnya mencobanya. Mengejutkan, semuanya berjalan lancar, dan aku menyadari ini bisa menjadi pilihan yang bisa diandalkan ke depannya. Mulai sekarang, aku berencana lebih sering menggunakannya, terutama di daerah terpencil yang tidak selalu memungkinkan untuk berbagi makanan.

Besok aku akan tinggal di Middlesex untuk satu hari beristirahat, memberi tubuhku kesempatan untuk pulih sebelum melanjutkan perjalanan.

Memories of the Road — Australia

Dari perjalanan ini

Memories of the Road — Australia

Bagikan