← Cerita
Diary·Australia·25 Agustus 2025·2 menit baca

🇦🇺 Dari Narooma ke Moruya: Perpisahan, Bukit Bergelombang, dan Kemah di Tepi Laut

Keberangkatan Pagi dan Perpisahan

Aku bangun pukul 7.30 pagi. Hari keberangkatan selalu membawa bobot tersendiri bagi seorang pelancong. Meski aku sudah hafal betul rutinitasnya, mengemas dan merapikan barang-barangku selalu memakan waktu lebih lama dari perkiraanku. Aku mendapati diriku berpikir, "Aku tidak bermaksud menunda-nunda, tapi entah bagaimana tetap saja begitu." Penyesalan kecil, tapi sudah akrab di sepanjang jalan.

Sarapan berupa oatmeal, muesli, yoghurt, dan kopi—sederhana namun sangat kuhargai. Waktu santai di meja makan itu terasa seperti hadiah sebelum berangkat.

Ketika saatnya berangkat, tuan rumahku dan suaminya ikut menemaniku untuk sebagian perjalanan. Sang suami bersepeda di sampingku sejauh lima atau enam kilometer, sementara istrinya mengendarai mobil di depan untuk merekam perjalananku. Bisa direkam sedang bergerak seperti itu—sesuatu yang mustahil kulakukan saat bepergian sendirian—terasa seperti hadiah paling berharga. Kami berpamitan di sebuah persimpangan, dan dari sana, aku kembali melanjutkan perjalanan sendirian di jalan raya.

Beban di Tubuh dan di Jalan

Tujuanku hari itu adalah Moruya, sekitar 50 kilometer jauhnya. Aku sudah diperingatkan bahwa rutenya penuh dengan tanjakan dan turunan yang curam.

Tak lama setelah aku mulai mengayuh, aku menyadari betapa beratnya tubuhku. Tiga hari beristirahat ternyata membuatku lebih kendur dari yang kusadari. Menjembatani jarak antara istirahat dan gerakan selalu lebih sulit dari yang terlihat. Untuk menjaga perjalanan panjang tetap berjalan, aku kembali menyadari, bukan hanya penting untuk beristirahat, tetapi juga penting untuk secara aktif memulihkan ritme tubuh setelahnya.

Jeda di Bodalla

Di tengah perjalanan, aku singgah sebentar di Bodalla, sebuah kota kecil dengan hanya segelintir toko. Aku hanya tinggal beberapa menit, tetapi jalan utamanya yang sunyi memberiku perasaan jeda yang lembut di tengah perjalananku.

Tiba di Moruya dan Sebuah Pilihan Baru

Pukul 3 sore, aku tiba di Moruya, kota dengan penduduk sekitar 4.000 jiwa dan pusat utama wilayah Eurobodalla. Dengan Woolworths dan kafe-kafenya, kota ini terasa seperti pusat yang nyaman bagi seorang pelancong untuk berbelanja perbekalan dan beristirahat.

Setelah makan dan membeli beberapa perbekalan, jam sudah menunjukkan pukul 4 sore. Aku sebenarnya bisa berhenti dan bermalam di sana, tetapi hatiku berkata untuk terus melangkah. Aku memutuskan mengambil rute pesisir. Dengan tanjakan curam yang lebih sedikit dan deretan kota-kota kecil di sepanjang jalan, aku merasa yakin jalan ini akan membawa penemuan-penemuan baru.

Berkemah Sebelum Broulee

Sebelum matahari terbenam, aku mendirikan tenda dekat Broulee, cukup dekat untuk mendengar irama ombak yang teratur. Saat aku berbaring, penyesalan kecil di pagi hari dan beban yang kurasakan selama perjalanan tadi sudah terasa jauh di belakang.

Jalan lain, kenangan lain—hari ini, satu keping lagi ditambahkan ke jalan panjang perjalananku.

Memories of the Road — Australia

Dari perjalanan ini

Memories of the Road — Australia

Bagikan