← Cerita
Diary·Australia·25 Agustus 2025·2 menit baca

🇦🇺 Dari Kebaikan Sarapan hingga Cahaya Pertama Melbourne

Pagi yang Hangat

Selamat pagi. Ketika aku bangun, aroma lezat sudah tercium dari dapur. Tuan rumahku sedang menyiapkan telur goreng untuk sarapan.

Bagi tubuh yang masih berat karena kantuk, makanan hangat membawa kekuatan yang lebih dari kata-kata bisa gambarkan. Ini adalah pengingat bahwa aku tidak memulai hari sendirian.

Bahkan, mereka juga sudah menyiapkan makan siang ringan untuk kubawa di perjalanan. Ketika aku berangkat, ranselku terisi bukan hanya dengan makanan, tetapi juga dengan kebaikan.

Di rumah itu ada juga seekor anjing lain, sifatnya lebih tenang dibandingkan Saint Bernard raksasa yang pernah kutemui sebelumnya. Perbedaan di antara keduanya begitu menggemaskan. Bahkan setelah pergi, kenangan hari-hari itu sudah terasa menimbulkan nostalgia.

Feri Menyeberangi Perairan

Hari ini, aku kembali mengayuh pedal. Tujuannya: Melbourne.

Di tengah perjalanan, sebuah pesan datang dari seseorang yang pernah terhubung denganku di media sosial: "Naik feri saja. Aku yang akan membayar tiketnya."

Rasa syukur bercampur dengan sedikit kegelisahan saat aku mendorong sepedaku naik ke kapal. Pikiran itu melintas di benakku: Bagaimana jika sepedanya jatuh? Bagaimana jika tergelincir ke laut?

Namun kekhawatiran itu mereda saat angin membelai wajahku dan ombak mengguncang kapal dengan lembut. Pada saat itulah, seorang anak laki-laki yang duduk di depanku menawariku sekeping biskuit.

Tangan kecil, senyum kecil—namun, gestur sederhana itu membawa begitu banyak kehangatan.

Kamar Hotel yang Menanti

Ketika aku turun dari kapal, seseorang sudah menunggu untuk membantuku. Mereka bahkan sudah mengatur penginapanku malam itu. Yang mengejutkan, itu adalah sebuah hotel.

Selama perjalananku, aku jarang menginap di hotel—hampir tidak pernah. Dan tentu saja bukan tempat sebersih dan senyaman ini.

Berbaring di bawah pepohonan, tidur dalam sleeping bag di pinggir jalan—kenangan-kenangan itu membuat ranjang hotel terasa semakin luar biasa. Aku mengulang dalam hati: "Ini juga bagian dari perjalanan."

Memasuki Melbourne

Akhirnya, aku mencapai pinggiran Melbourne. Belum sampai di pusat kota, tetapi suasana kota sudah mengelilingiku. Namun begitu, alam masih terasa dekat. Aku merasakan sebuah kepastian yang tenang: aku bisa hidup di sini.

Malam ini, aku tidur di atas ranjang empuk, terbungkus seprai hangat. Aku tahu hari ini akan menjadi sumber semangat untuk jalan yang masih panjang di depan. Dengan pikiran itu, aku menutup mata, di bawah cahaya lembut kamar hotel.

### Hiro | World Bike Traveler | Twitter, Instagram, TikTok | LinktreeView hirotheworld’s Linktree to discover and stream music from top platforms like YouTube, Spotify here. Your next favorite track is just a click away!

Memories of the Road — Australia

Dari perjalanan ini

Memories of the Road — Australia

Bagikan