Matahari Terbit dan Awal dari Perpisahan
Tepat lewat pukul 5 pagi, matahari perlahan terbit di atas garis pantai Ceduna yang tenang.
Aku terbangun di dalam tenda saat cahaya lembut memenuhi langit. Ada sesuatu tentang matahari terbit di atas laut yang terasa lebih dari sekadar indah—rasanya seperti janji bahwa hari yang akan datang akan istimewa.
Saat sarapan, roti panggang hangat dan Vegemite telah menunggu, dibeli khusus untukku oleh pasangan baik hati yang telah menemaniku berkemah. Itu adalah cita rasa Australia yang sederhana, namun pagi itu terasa lebih hangat dari biasanya.
Lalu tibalah saat perpisahan.
"Kita pasti akan bertemu lagi di suatu tempat."
Kata-kata itu penuh harapan, tapi di dalam dadaku ada kesedihan yang sunyi. Tiga kali pertemuan, dua malam berkemah, dan hampir seminggu kebaikan yang dibagikan bersama pasangan ini.
Kukira aku sudah terbiasa dengan perpisahan dalam perjalanan ini. Tapi kali ini, air mata tak mau berhenti.
Rasa Syukur di Ceduna
Setelah mengucapkan selamat tinggal, aku kembali ke kota Ceduna.
Di minimarket OTR, aku bertemu lagi dengan staf asal Kaledonia Baru yang selalu begitu ramah setiap harinya. Kali ini, aku bisa berterima kasih dengan semestinya sebelum pergi.
Ceduna telah memberiku begitu banyak momen kebaikan, begitu banyak kesempatan untuk mengucapkan "terima kasih." Aku tidak ingin pergi tanpa mengatakannya sekali lagi.
Berangkat Menuju Adelaide
Akhirnya, perjalanan dimulai kembali. Tujuanku: Adelaide.
Ratusan kilometer masih terbentang di depan, tapi hatiku membawa semangat keberangkatan yang baru.
Aku berangkat di sore hari, lebih lambat dari rencana, dan hanya berhasil menempuh sekitar 10 kilometer sebelum mendirikan tenda.
Untuk makan malam, aku membuka sebungkus ramen kecap instan yang kubawa dari Jepang.
Memakannya di sini, di negeri asing, rasanya tidak persis sama seperti di kampung halaman—mungkin hanya sekitar 60 hingga 70 persen dari cita rasa aslinya. Tapi sedikit pengingat akan Jepang itu memberiku kenyamanan.
Sepotong kecil Jepang. Sedikit rasa memiliki tempat. Itu sudah cukup untuk membuat malam itu terasa lembut.
