← Cerita
Diary·Australia·24 Agustus 2025·2 menit baca

🇦🇺 Bersepeda dengan Rasa Syukur: Membuat Papan Tanda dan Menemukan Kedamaian di Karridale

Papan Tanda untuk Mengucap Terima Kasih

Pada tanggal 10 Maret, di Margaret River, aku memutuskan untuk membawa sesuatu yang baru ke dalam perjalananku—sebuah papan tanda.

Ide ini muncul dari perasaan sederhana namun terus-menerus kurasakan di jalan. Para pengemudi sering melintas, memberikan lambaian tangan atau kata-kata semangat. Namun, aku tidak pernah bisa membalasnya dengan baik, terutama untuk mobil yang mendekat dari belakang. Aku selalu ingin mengucapkan "terima kasih," tetapi suaraku tidak bisa menjangkau mereka.

Jadi, aku membuat papan tanda untuk dibawa di sepedaku, cara yang sunyi namun terlihat untuk membalas kebaikan mereka. Rasanya menyenangkan akhirnya memiliki cara untuk mengungkapkan rasa syukur kepada mereka yang berbagi jalan denganku.

Pagi dengan Stroberi dan Oatmeal

Sebelum meninggalkan bus sekolah yang telah diubah itu, tuan rumahku mengajakku sarapan. Mereka menyajikan stroberi buatan sendiri dengan oatmeal.

Oatmeal sudah menjadi bagian umum dari makananku selama perjalanan, dan banyak tuan rumah juga menyiapkannya untuk sarapan. Yang menarik adalah bagaimana setiap mangkuk selalu berbeda. Ada yang menambahkan buah, ada yang kacang-kacangan, ada yang madu. Melihat variasi-variasi ini mengingatkanku bahwa bahkan hidangan sederhana pun bisa mencerminkan kepribadian orang yang menyiapkannya.

Setelah sarapan selesai, aku berkemas dan memulai perjalanan hari itu. Tujuanku adalah sebuah tempat berkemah dekat kota Karridale.

Jalan-Jalan Margaret River

Jalan keluar dari Margaret River sempit, namun membawa rasa keterbukaan yang terasa menyegarkan. Tidak ada perasaan terjebak; sebaliknya, aku bisa bersepeda dengan bebas dan nyaman.

Di sisi kananku, deretan kebun anggur membentang di ladang-ladang. Margaret River terkenal dengan anggurnya, dan iklim di sini menjelaskan alasannya. Udara yang sejuk dan kering serta minimnya kelembapan menjadikannya lingkungan yang ideal untuk kebun anggur.

Namun saat aku semakin dekat dengan tempat berkemah, jalan yang mudah berubah menjadi debu dan tanjakan. Setiap mobil yang lewat menerbangkan gumpalan debu, membuat pendakian lebih berat dari yang terlihat pada awalnya.

Bertemu Sesama Pesepeda

Di salah satu jalur yang lebih curam, aku bertemu dua pesepeda lokal. Mereka bilang mereka sering bersepeda di area ini tetapi jarang melihat seseorang membawa beban seberat itu menaiki bukit. Kami berbagi tawa singkat, bertukar beberapa kata, lalu berpisah.

Pertemuan seperti ini, singkat namun hangat, selalu membawa energi tambahan ke dalam perjalanan.

Kreativitas di Tempat Berkemah

Aku tiba di tempat berkemah sekitar pukul 2 siang—lebih awal dari biasanya—sehingga aku punya waktu luang. Setelah mendirikan tenda, aku kembali memperhatikan papan tandaku.

Ingin membuatnya lebih kokoh dan lebih kreatif, aku mengumpulkan beberapa rumput liar di sekitar area itu dan menganyamnya ke dalam lubang-lubang papan. Aku tidak yakin persis apa yang sedang kubuat, tetapi tindakan mencoba ide itu terasa berarti.

Terlalu sering, ide-ide bagus hanya tinggal di kepala kita, terlupakan sebelum sempat diwujudkan. Ini adalah kesempatanku untuk mencoba satu ide secara langsung, sekalipun tidak sempurna.

Saat sedang bekerja, seorang pengunjung kemah baru tiba. Kami saling menyapa, berbagi obrolan, dan tak lama kemudian, ia memberiku bir dingin. Itu adalah penutup yang sempurna untuk hari yang memuaskan.

Memories of the Road — Australia

Dari perjalanan ini

Memories of the Road — Australia

Bagikan