← Cerita
Diary·Australia·24 Agustus 2025·2 menit baca

🇦🇺 Bersepeda di Nullarbor Hari ke-4: Kesunyian, Perjumpaan Langka, dan Bintang Tak Berujung

Berangkat Setelah 90 Mile Straight

Hari keempat di Nullarbor. Sehari sebelumnya, aku telah menempuh seluruh 90 Mile Straight—146,6 kilometer—dalam satu tarikan napas.

Sebelum memulai, aku tidak yakin apakah benar-benar bisa melakukannya. Tapi setelah aku memaksakan diri menembusnya, aku sadar: ya, ini mungkin.

Tubuhku pegal, setiap otot terasa kaku, tapi anehnya pikiranku terasa jernih. Kejernihan itu memberiku keberanian untuk terus melangkah maju.

Hari ini, tujuanku adalah sebuah kota kecil bernama Cocklebiddy. Bagian Nullarbor ini dikenal karena kesunyiannya yang mendalam. Lebih sedikit mobil yang melintas di sini, meninggalkan bentangan kesendirian yang panjang.

Memasuki Kesunyian yang Lebih Dalam

Jalan ini tidak seperti apa pun yang pernah kualami sebelumnya.

Tidak ada gangguan—hanya suara angin yang berdesir melintas dan deru stabil ban sepedaku di atas aspal.

Irama sederhana itu menemaniku selama berjam-jam. Rasanya hampir seperti terbungkus dalam kesunyian, di mana pikiran tidak punya pilihan selain menjadi tenang.

Saat cahaya sore mulai memudar, aku akhirnya tiba di Cocklebiddy Roadhouse.

Perjumpaan Langka di Tengah Ketiadaan

Di roadhouse itu, aku mengalami sesuatu yang sama sekali tidak kuduga.

Di balik meja kasir, ada seorang staf asal Jepang.

Mendengar bahasaku sendiri, di tengah luasnya outback Australia, memberiku kelegaan yang bahkan tidak kusadari aku rindukan. Hanya beberapa kata yang ditukar dalam bahasa ibuku membuatku tiba-tiba merasa terhubung kembali, hampir seolah aku melangkah kembali ke kampung halaman sejenak.

Setelah mengisi ulang tenaga dengan makanan dan minuman, aku meninggalkan roadhouse itu.

Berkemah di Bawah Bintang-Bintang

Aku menemukan sebidang tanah terbuka sekitar 200 meter jauhnya dan mendirikan tendaku.

Ketika malam tiba, aku menengadah ke langit—dan aku kehilangan kata-kata.

Bintang-bintang begitu tak terhitung jumlahnya, rasanya seperti tercurah ke bawah. Garis bulan terlihat tajam dan jelas.

Aku mendapati diriku berpikir, "Aku tidak ingin tidur malam ini. Aku ingin tetap di sini dan menatapnya selamanya."

Malam itu terasa abadi, seolah waktu sendiri terhenti.

Dan dalam kesunyian itu, aku berharap momen itu bisa bertahan sedikit lebih lama lagi.

Memories of the Road — Australia

Dari perjalanan ini

Memories of the Road — Australia

Bagikan