← Cerita
Diary·Australia·24 Agustus 2025·2 menit baca

🇦🇺 Bersepeda di Nullarbor Hari 3: Menyusuri Jalan Lurus Terpanjang di Australia

Menghadapi Jalan Lurus Terpanjang

Hari ketiga di Dataran Nullarbor. Puncak hari ini jelas tak terbantahkan—jalan lurus terpanjang di Australia, membentang sejauh 146.6 kilometer yang luar biasa.

Lurus, dan tak lain hanyalah lurus.

Aku tahu ini akan menjadi ujian daya tahan, baik fisik maupun mental. Tapi tepat ketika aku berangkat dengan tekad bulat, hujan mulai turun.

Dari semua hari, kenapa harus hari ini? Dan itu bukan sekadar gerimis ringan. Hujan turun deras hingga membasahiku sampai ke tulang, suhu udara turun tajam sampai tanganku mati rasa.

Setiap kali sebuah truk melaju kencang melewatiku, cipratan air menghantam seperti ombak. Tak ada ruang untuk menikmati keunikan jalan tanpa ujung ini. Ini murni soal bertahan hidup.

Pertemuan di Sepanjang Jalan

Meski begitu, aku terus mengayuh. Dan kemudian aku melihatnya—di bahu jalan sebelah kiri, sebuah mobil yang mengalami kecelakaan.

Dilihat dari kondisinya, kecelakaan itu pasti baru terjadi beberapa hari sebelumnya. Bangkai mobil itu masih menyimpan keterkejutan benturan, dan di tengah hujan deras tampak semakin menyeramkan.

Itu menyadarkanku kembali pada kenyataan: "Jika aku kehilangan fokus di sini, hal yang sama bisa terjadi padaku."

Bahkan berhenti untuk beristirahat pun tak banyak membantu. Angin memaksa masuk ke setiap sudut. Nullarbor sebenarnya tidak memiliki bahu jalan yang layak untuk pesepeda, dan setiap kali truk lewat, aku merasa seperti tersedot ke arahnya.

Jalan lurus di mana kau tak bisa melaju lurus—itulah ketakutan yang kuhadapi sepanjang hari.

Tiba di Caiguna

Akhirnya, sebuah papan tanda muncul: "Caiguna 5 km".

Tanpa sadar, aku berkata keras, "Akhirnya…"

Hari itu, aku telah bersepeda sekitar 140 kilometer. Basah kuyup, kedinginan, dan ketakutan—tapi aku berhasil.

Di Caiguna, aku menemukan kehangatan, kesempatan untuk beristirahat, dan—yang paling penting—hadiah kecil untuk diriku sendiri: es krim.

Saat aku duduk tenang menikmatinya, sebuah keluarga yang lewat mengajakku bicara. Mereka mendengarkan dengan saksama ketika aku menceritakan perjalananku, dan salah satu dari mereka berkata, "Suatu hari nanti, aku ingin membaca bukumu tentang ini."

Kata-kata sederhana itu membuat kelelahanku terasa lebih ringan.

Malam yang Sunyi di Semak Belukar

DCIM\100GOPRO\GOPR6046.JPG

Malam itu, aku berkemah di tempat yang tenang dikelilingi semak belukar.

Langit terbentang luas, udara tenang, dan kesunyian semakin dalam seiring berjalannya waktu.

Ini bukan hari yang mudah—jauh dari kata mudah—tapi berakhir dengan kebaikan, dengan koneksi, dan dengan ketenangan malam Australia yang luas.

Memories of the Road — Australia

Dari perjalanan ini

Memories of the Road — Australia

Bagikan