← Cerita
Diary·Australia·24 Agustus 2025·2 menit baca

🇦🇺 Perpisahan di Baldivis: Surat Ucapan Terima Kasih, Makan Bersama, dan Perpisahan yang Hangat

Pagi untuk Beristirahat dan Merenung

Pada 25 Februari, aku memutuskan untuk mengambil hari istirahat di rumah keluarga yang dengan baik hati menerimaku. Tapi aku tidak ingin itu menjadi hari yang diisi dengan tidak melakukan apa-apa. Jadi, aku menghabiskan pagi itu untuk menulis surat. Menulis surat telah menjadi caraku menunjukkan rasa syukur. Meski aku tidak bisa membalas kebaikan dengan sesuatu yang bersifat materi, setidaknya aku bisa meninggalkan kata-kata yang mengungkapkan penghargaanku.

Menjelang siang, aku telah menyelesaikan tugas-tugasku, dan tak lama kemudian, sang ayah dari keluarga itu pulang ke rumah. Ia mengajakku makan siang, dan kami pergi ke sebuah restoran di dekat sana. Aku sekali lagi diperlakukan dengan kebaikan, dan aku merasa sangat berterima kasih atas kemurahan hati mereka.

Menemukan Sejarah Lokal

Pada sore hari, mereka mengajakku berkeliling sebentar di Baldivis dan daerah sekitarnya. Salah satu momen yang paling berkesan adalah sebuah monumen berupa kapal selam tua.

Berdiri di dekatnya, aku terkesima oleh ukurannya. Bukan hanya kapal selam itu sendiri—sirip ekornya, strukturnya, bahkan beberapa meriam tua yang pernah digunakan juga dipajang di sekitarnya. Melihat mesin sebesar itu dari dekat meninggalkan kesan yang mendalam bagiku.

Makan Malam Perpisahan

Malam itu, karena tahu aku akan berangkat keesokan harinya, mereka mengajakku makan malam perpisahan di sebuah restoran Meksiko.

Ketika aku melihat menu, aku sempat ragu. Harganya lebih tinggi dari yang biasa kutemui, dan aku merasa sedikit gugup untuk memesan. Pada akhirnya, aku memilih mushroom chips. Sekilas, hidangan itu tampak biasa saja, tapi rasanya benar-benar lezat. Aku senang telah mempercayai instingku.

Selama makan malam, aku memberikan surat yang telah kutulis kepada mereka. Menyaksikan emosi mereka saat membacanya, aku tahu aku telah melakukan hal yang tepat. Kata-kata mungkin sederhana, tapi ia membawa makna yang nyata ketika datang dari hati.

Kebaikan-Kebaikan Kecil

Dalam perjalanan pulang, sang ayah memberiku sekantong camilan berlapis cokelat. Aku memang penyuka manis, jadi itu terasa seperti hadiah yang sempurna.

Sebelumnya di hari itu, kami juga pergi berbelanja bersama. Tanpa ragu, ia membelikan semua yang mungkin kubutuhkan, sambil berkata, "Kamu akan membutuhkan ini." Momen itu benar-benar mencerminkan kemurahan hati yang telah kutemui di Australia.

Dua hari di Baldivis berlalu dengan cepat, tapi aku pergi dengan hati yang penuh rasa syukur. Kebaikan mereka akan terus kubawa saat aku melanjutkan perjalanan.

Memories of the Road — Australia

Dari perjalanan ini

Memories of the Road — Australia

Bagikan