← Cerita
Diary·Australia·24 Agustus 2025·2 menit baca

🇦🇺 Hadiah Tak Terduga dan Pertemuan Kembali yang Ajaib di Nullarbor

Pagi Langka Penuh Kemewahan

Di kedai roadhouse, aku mengizinkan diriku menikmati sarapan yang terasa hampir terlalu mewah untuk perjalanan ini—25 dolar untuk sepiring makanan.

Sampai saat ini, aku selalu berhemat dengan cermat. Tapi melihat pesepeda Inggris itu memesan dengan bebas di setiap pemberhentian membuatku goyah. Untuk sekali ini, aku menyerah pada godaan.

“Yah, mungkin sesekali tidak apa-apa,” bisikku pada diri sendiri sambil menghirup aroma kopi yang kaya.

Peta mengingatkanku bahwa tujuan, Ceduna, kini sudah dekat. Aku sudah mengayuh lebih dari 1.000 kilometer dari 1.200 kilometer yang membentuk penyeberangan Nullarbor. Untuk pertama kalinya, jarak yang telah kutempuh benar-benar terasa nyata.

“…aku benar-benar mengayuh sejauh ini.”

Pikiran itu memenuhiku dengan kebanggaan yang tenang.

Wajah-Wajah dari Masa Lalu Kembali

Lalu sesuatu yang tak terduga terjadi.

Aku bertemu lagi dengan staf festival balon udara yang kutemui beberapa hari sebelumnya. Mereka berencana berangkat lebih awal, jadi kukira aku tak akan pernah bertemu mereka lagi. Namun di sinilah mereka, tertawa seolah tak ada waktu yang berlalu.

Dan seolah itu belum cukup, aku melihat pesepeda Inggris itu lagi. Ia menunjukkan ponselnya, dan yang mengejutkanku, ada artikel BBC yang menampilkan dirinya.

Aku tak menemukan kata-kata yang tepat—hanya kekaguman.

Gestur yang Tak Terlupakan

Saat aku bersiap untuk berangkat, seorang pria yang lebih tua menghampiriku entah dari mana.

“Ini, ambillah,” katanya, menyodorkan selembar uang $100.

“Apa? Kenapa…?”

Tidak ada penjelasan. Tidak ada alasan. Hanya kebaikan.

Kehangatan dari gestur itu tertinggal di telapak tanganku lama setelah ia pergi.

Sepanjang hari, orang-orang terus menghampiriku. Seorang pria tertawa dan menunjuk kaus Jepang yang kukenakan—“Itu tulisannya tiram? Keren!”—dan kami berdua tertawa kecil. Kemudian, aku berpose foto bersama seorang pelancong asal Italia.

Setiap pertemuan, setiap senyuman, menambahkan warna baru pada hari ini.

Pertemuan Kembali yang Ajaib di Cahaya Api Unggun

Saat akhirnya aku berangkat dari Nullarbor Roadhouse, aku berjabat tangan dengan pesepeda Inggris itu dan berkata, “Sampai jumpa lagi di suatu tempat di jalan.”

Tapi keajaiban belum selesai.

Yang mengejutkanku, aku bertemu lagi dengan pasangan yang sama yang pertama kali kutemui di Eucla. Mata mereka berbinar saat melihatku.

“Oh! Kamu lagi! Ayo, gabung makan malam sama kami!”

Malam itu, api unggun menyala membara di bawah langit yang meredup. Daging dimasukkan ke dalam panci besi berat—cukup untuk setidaknya lima orang. Itulah keramahan gaya Australia: ramai, hangat, dan penuh tawa.

“Ini, minum bir juga!” kata mereka, menyodorkan sebotol bir dingin ke tanganku.

Api berderak, suara mereka berbaur dengan senja, dan aku berpikir: hari ini adalah hari penuh keajaiban.

Hadiah tak terduga. Pertemuan kembali tak terduga. Sekali lagi, aku diingatkan—aku ditopang dalam perjalanan ini oleh kebaikan orang lain.

Memories of the Road — Australia

Dari perjalanan ini

Memories of the Road — Australia

Bagikan