← Cerita
Diary·Vietnam·20 Agustus 2025·2 menit baca

Penundaan Akibat Badai dan Perjalanan yang Menanti

Penantian Panjang di Bandara Domestik Hanoi

Setelah tiba di bandara domestik Hanoi lewat tengah hari pada 24 Agustus, aku memeriksa jadwal keberangkatan. Sembilan jam lagi sampai penerbangan berikutnya. Biasanya, orang mungkin akan naik bus ke kota untuk jalan-jalan, tapi dengan sepeda dan semua bawaanku, membongkar dan merakitnya lagi terasa terlalu merepotkan. Jadi aku memutuskan untuk bersantai saja di dalam bandara.

Aku pergi ke kafe terdekat dan menyantap semangkuk pho pertamaku di Vietnam. Rasanya lezat, meski harganya agak mahal—harga bandara, tentu saja.

Menyaksikan Keramaian dan Gemuruh Petir

Sambil menunggu, aku memperhatikan konter check-in mulai dipenuhi orang, kebanyakan wisatawan Barat dan biksu. Campuran kebangsaan ini berbeda-beda tergantung penerbangannya, dan aku merasa itu menarik.

Tiba-tiba, petir bergemuruh di luar. Kekhawatiran utamaku adalah jadwal VietJet yang tak menentu—penundaan, pembatalan, atau perubahan mendadak. Tak lama kemudian, penundaan dua jam pun dikonfirmasi. Aku mengingatkan diri sendiri untuk tetap waspada. Pengumuman hanya disampaikan dalam bahasa Vietnam, jadi aku harus memperhatikan reaksi orang-orang di sekitarku.

Satu jam kemudian, penundaan satu jam lagi diumumkan. Menerima kenyataan bahwa penerbangan memang akan tertunda, aku memanfaatkan waktu ekstra itu dengan bijak—membersihkan diri, menyikat gigi, dan mencuci muka. Bersiap sedia kapan pun memungkinkan adalah hal penting dalam perjalanan panjang.

Tantangan Check-in dan Masalah Bagasi

Akhirnya, gerbang check-in dibuka. Bagasiku yang berukuran besar harus dibungkus dengan lakban, termasuk sepedanya. Staf sama sekali tidak sibuk dan mengerjakannya dengan teliti.

Namun, muncul masalah tak terduga: biaya tambahan untuk rute Hanoi ke Ho Chi Minh. Kelebihan bagasi dikenakan biaya sekitar 31.500 VND per kilogram (kira-kira 180 yen). Beratku kelebihan 15 kg, tetapi setelah berdiskusi sebentar, biaya yang dikenakan dikurangi hingga hanya mencakup 10 kg. Saat bepergian dengan bagasi dalam jumlah besar secara internasional, selalu periksa kembali batas beratnya.

Menjelang tengah hari, orang-orang mulai mengantre untuk keberangkatan. Aku menunggu sampai saat-saat terakhir untuk ikut antre, karena tahu itu sering kali lebih cepat daripada mengantre terlalu awal. Berkat orang asing baik hati yang membangunkanku tepat pada waktunya, aku terhindar dari ketinggalan penerbangan—momen yang akan selalu kusyukuri.

Tiba di Ho Chi Minh City

Akhirnya, aku tiba di Bandara Internasional Tan Son Nhat, Ho Chi Minh City. Mengambil bagasi memakan waktu, tapi setelah 27 jam sejak bangun tidur di Fukuoka, aku akhirnya bisa menikmati malam di Ho Chi Minh dan bersantai sepenuhnya.

Memories of the Road — Vietnam & Cambodia

Dari perjalanan ini

Memories of the Road — Vietnam & Cambodia

Bagikan