← Cerita
Diary·Thailand·22 Agustus 2025·3 menit baca

🇹🇭 Divaksinasi di Bangkok: Hariku di Snake Farm

Sehari di Snake Farm Bangkok

1 Oktober. Aku memulai pagiku dengan melihat-lihat sebuah tas kecil yang diberikan kemarin oleh seseorang yang baru saja kutemui. Di dalamnya, aku menemukan sesuatu yang tak terduga—gantungan kunci dengan wajahku sendiri tercetak di atasnya. Hadiah yang sederhana, tapi artinya besar. Sikap-sikap kecil seperti ini membuatku berpikir, "Ya, aku ingin kembali lagi ke Thailand."

Sebelum menuju Snake Farm, aku perlu menukar sejumlah uang. Aku pernah dengar bahwa satu loket penukaran uang tertentu menawarkan salah satu kurs terbaik, jadi aku langsung menuju ke sana.

Papan tandanya bertuliskan buka pukul 10 pagi, jadi aku tiba tepat pada waktunya. Itu adalah kesalahanku. Berbeda dengan di Jepang, "buka pukul 10 pagi" tidak selalu berarti pintunya akan dibuka tepat jam 10. Benar saja, rolling door-nya masih tertutup.

Dengan waktu luang yang ada, aku memutuskan untuk sarapan di sebuah lapak makanan yang hanya sepuluh detik jaraknya. Hidangannya—kalau tidak salah ingat, itu Pad Thai—harganya 80 baht (sekitar 355 yen). Enak, tapi aku tidak bisa tidak memperhatikan betapa naiknya harga-harga di sekitar Khao San Road.

Akhirnya, sekitar pukul 11 pagi, loket penukaran uang itu buka. Setelah uang ditukar, aku siap menuju Snake Farm.

Tiba di Snake Farm

Pintu masuknya sederhana, hampir tersembunyi. Foto yang kuambil adalah dari dalam menghadap ke luar.

Berjalan melewati halaman, aku berbelok ke kiri, yang mengarah ke jalan pintas menuju area vaksinasi. Di depan, aku melihat tenda putih besar. Itulah lokasi vaksinasinya.

Poster-poster menutupi dinding. Di bawahnya ada formulir yang harus diisi—kuesioner medis yang diwajibkan sebelum menerima vaksin. Setelah mengisi formulir, aku memeriksa tekanan darahku di mesin terdekat. Langkah ini penting; melewatkannya hanya akan menyebabkan keterlambatan nantinya.

Area tunggunya sederhana tapi tertata rapi. Nomor-nomor dipanggil, dan orang-orang masuk satu per satu. Karena aku sudah membuang waktu menunggu di loket penukaran uang, aku baru tiba di Snake Farm sekitar pukul 12.40 siang. Saat itu, sesi pagi sudah ditutup, dan aku harus menunggu sampai sesi siang dimulai pukul 1 siang.

Jika ingin selesai lebih awal, sebaiknya tiba paling lambat pukul 9.30 pagi saat pintunya pertama kali dibuka.

Menerima Vaksin

Akhirnya, tiba giliranku. Hari ini aku menerima tiga vaksin: DTP (difteri, tetanus, dan pertusis), rabies, dan hepatitis A.

Aku sudah menyiapkan diri untuk rasa sakit—tiga suntikan dalam sehari terdengar menakutkan—tapi ternyata di luar dugaan, tidak terlalu buruk.

Biayanya, termasuk biaya konsultasi, adalah 2.720 baht (sekitar 12.000 yen). Di Jepang, vaksin rabies saja bisa berharga hampir sebesar itu. Mengingat harganya, ini terasa sangat terjangkau.

Setelah vaksinasi selesai, aku pulang, lega dan bersyukur.

Berkeliling Bangkok

Untuk transportasi, aku menggunakan Grab. Sederhana dan bisa diandalkan, dengan harga yang sudah ditentukan sejak awal. Dengan begitu, tidak perlu ada tawar-menawar tarif yang melelahkan.

Tentu saja, bus jauh lebih murah, dan jika aku berhasil memahami sistemnya, aku bisa menghemat jauh lebih banyak. Aku berencana mencobanya besok.

Sebelum kembali ke guesthouse, aku singgah di lapak smoothie yang hampir setiap hari kukunjungi.

Hari ini, stafnya sedang membaca buku Robert Kiyosaki. Melihat seseorang membacanya dengan santai di sini, di belahan dunia yang jauh, mengingatkanku betapa jauh karyanya telah menyebar.

Aku memesan smoothie murbei—ungu pekat, menyegarkan, sedikit asam. Setiap hari di Bangkok mulai terasa semakin akrab. Rutinitasku mulai terbentuk, dan perlahan kota ini terasa bukan lagi sekadar persinggahan, melainkan rumah sementara.

Sambil menyesap smoothie itu, aku berpikir: akhirnya aku mulai terbiasa dengan ritme kehidupan di sini. Menulis blog ini mulai menjadi kebiasaan, dan mungkin sudah saatnya aku mulai membuat video juga.

Memories of the Road — Thailand

Dari perjalanan ini

Memories of the Road — Thailand

Bagikan