Kue Tengah Malam
Malam itu adalah malam tanpa tidur. Pukul 2 pagi, staf minimarket tiba-tiba meletakkan sepotong kue di hadapanku.
"Mau coba?"
Raut wajahnya seolah berkata, "Ini yang bisa kutawarkan, tapi kuharap ini membantu." Manisnya menyebar ke seluruh tubuhku, menghangatkan diriku secukupnya untuk meringankan beban di dadaku.
Menjelang pukul 3 pagi, perutku sudah kenyang. Tapi anehnya, hatiku terasa sedikit lebih ringan.
Keputusasaan dan Sebuah Pesan
Meski begitu, tak ada yang benar-benar terselesaikan. Masalahnya masih ada—ban kempes. Berapa lama pun aku bertahan di kota itu, aku tak bisa melanjutkan perjalanan tanpa memperbaikinya.
Tapi tak ada toko sepeda. Tak ada cara untuk memperbaikinya. Aku merasa tak berdaya.
Dan kemudian, entah dari mana, sebuah pesan masuk. Pesan itu dari pria yang pernah kutemui di Eucla, di Dataran Nullarbor.
"Aku akan menjemputmu dari Port Germein."
Aku hampir tak percaya. Sekali lagi, kebaikan muncul justru saat aku paling membutuhkannya. Perjalanan ini telah berkali-kali menunjukkan padaku bagaimana kehangatan manusia bisa menyelamatkan kita.
Kota Port Germein
Dia mengantarku ke Port Germein.
🗺 Port Germein, South Australia — Dulunya pelabuhan garam yang ramai, kota ini menjadi rumah bagi salah satu dermaga kayu terpanjang di dunia, terbentang sejauh 1.532 meter ke laut. Kini, kota ini adalah kota kecil yang tenang dengan penduduk hanya beberapa ratus orang, tempat suasana pelabuhan tua masih terasa.
Di rumahnya, kami mengganti ban dalam dan mengumpulkan suku cadang yang masih kubutuhkan.
Disambut ke kampung halaman seseorang sebagai seorang musafir—rasanya asing sekaligus begitu menenangkan. Rasa syukur memenuhi diriku dengan cara yang tak sepenuhnya bisa kuungkapkan.
Laut Senja dan Segelas Anggur
Menjelang malam, aku berjalan ke arah pantai. Di balik dermaga, laut bersinar lembut ketika matahari melebur ke ufuk.
Angin sepoi-sepoi terasa sejuk, hampir dingin, namun entah mengapa dinginnya itu terasa menyegarkan.
Dengan segelas anggur di tangan, aku duduk diam memandangi laut dan berkata dalam hati:
"Aku bisa terus melangkah. Aku bisa melanjutkan perjalanan ini."
