← Cerita
Diary·Australia·25 Agustus 2025·2 menit baca

🇦🇺 Menyeberang ke Victoria: Perpisahan dengan Mt. Gambier dan Perjalanan Penuh Kebaikan

Pagi Terakhir di Mt. Gambier

“Selamat pagi.” Kata-kata itu terasa manis sekaligus pahit. Itu adalah pagi terakhirku di Mt. Gambier.

Meja dapur sudah tertata dengan sarapan. Roti hangat, telur goreng, dan aroma lembut yang memenuhi seluruh ruangan. Rasanya seolah semua kebaikan selama tiga hari terakhir telah diletakkan di atas satu piring.

Aku mengucapkan “terima kasih” berulang-ulang, tetapi kata-kata itu tak pernah terasa cukup. Baru beberapa hari lalu, aku bahkan belum banyak tahu tentang kota ini. Dan kini, meninggalkannya terasa berat.

Melangkah Masuk ke Victoria

Aku naik ke atas sepedaku, membawa serta rasa syukur dan sedikit kesedihan, lalu mulai mengayuh maju.

Setelah sekitar 40 kilometer melewati jalan panjang tanpa ujung, sebuah papan tanda baru muncul:

“Welcome to Victoria.”

Menyeberangi perbatasan itu memberikan rasa pencapaian yang tenang. Perjalanan masih panjang, tetapi memasuki negara bagian baru terasa seperti sebuah tonggak pencapaian. Setiap hari yang telah kulalui seakan mendorongku menuju lanskap-lanskap baru, mengingatkanku bahwa jalan di depan masih menyimpan lebih banyak penemuan.

Victoria, dengan Melbourne sebagai ibu kotanya, dikenal karena budaya dan seninya yang kaya, sementara wilayah baratdayanya terbentang dengan lahan pertanian yang subur dan garis pantai yang dramatis. Mulai dari sini, jalan menjanjikan pertemuan-pertemuan baru.

Ujian Hujan dan Perbukitan

Aku berhenti sejenak di tepi danau dengan pemandangan yang indah, tergoda untuk berkemah di sana. Namun matahari masih tinggi, jadi aku memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. Kenangan akan burger raksasa kemarin, yang disiapkan dengan penuh kasih oleh tuan rumahku, memberiku kekuatan untuk terus maju.

Namun, jalan berubah menjadi sebuah ujian. Bukit demi bukit, menanjak tanpa henti. Kemudian datanglah hujan. Air dingin merembes ke dalam sepatuku, membekukan kakiku.

Dan tetap saja, aku tidak berhenti. Kebaikan yang aku terima kemarin adalah kekuatan yang membawaku terus maju.

Kehangatan Semangkuk Spageti

Akhirnya, aku menemukan lokasi perkemahan kecil di semak yang dikelilingi pepohonan. Aku mendirikan tenda dan menghangatkan sisa spageti dari hari sebelumnya.

Menyantapnya sambil mendengarkan suara hujan bukan sekadar makan—itu adalah kenangan yang berubah menjadi rasa. Sebuah pengingat akan kebaikan, yang menghangatkanku di malam hari dan menerangi jalan di depan.

Sekali lagi, aku tertidur ditopang oleh kemurahan hati orang lain. Dan esok hari, lanskap-lanskap baru akan menanti.

Memories of the Road — Australia

Dari perjalanan ini

Memories of the Road — Australia

Bagikan