โ† Cerita
DiaryยทAustraliaยท25 Agustus 2025ยท2 menit baca

๐Ÿ‡ฆ๐Ÿ‡บ Mendaki Menuju Lavers Hill: Perjuangan, Warna Musim Gugur, dan Ikatan Tak Terduga

Tanjakan Tanpa Ujung

Hari ini, aku meninggalkan Great Ocean Road untuk sementara dan berbelok ke pedalaman, menuju Lavers Hill. Sesuai namanya, jalan ini menanjak tajam ke atas.

Awalnya, tanjakan terasa landai, tetapi tak lama napasku menjadi berat, pedal terasa semakin berat untuk dikayuh, dan pemandangan nyaris tak berubah.

Dua jam usaha keras hanya membawaku sejauh 10 kilometer. Keringat mengalir di punggungku, menghanyutkan setiap pikiran yang melayang. Yang tersisa hanyalah aku dan jalan ini.

Musim Gugur di Atas Bukit

Ketika akhirnya aku tiba di Lavers Hill, pemandangan pun berubah. Hijau yang pekat melunak dengan sapuan warna musim gugur di sana-sini. Udaranya terasa lebih tenang, tidak lagi seperti semak belukar liar, melainkan lebih mirip taman yang terawat.

Di toko kelontong kecil, aku duduk dengan segelas minuman hangat di tangan. Seorang pesepeda muda masuk, dan percakapan kami dengan cepat melompati soal jarak dan peta, menuju pertanyaan-pertanyaan yang lebih dalam: Mengapa kamu melakukan perjalanan ini? Masa depan seperti apa yang kamu bayangkan?

Percakapan semacam itu terus membekas lama setelah perjalanan berlanjut.

Ia segera pergi untuk menemui teman-temannya, tetapi salah satu dari mereka meninggalkan botol air. Pemilik toko tersenyum, menyerahkannya kepadaku: "Ambil sajaโ€”siapa tahu kamu akan bertemu mereka lagi." Pada saat itu, botol itu bukan lagi sekadar air. Rasanya seperti seutas benang penghubung yang diletakkan di tanganku.

Jalan yang Lembut dan Langit yang Terbuka

Menuruni bukit, lanskap pun terbentang luas.

Pepohonan menjulang ke langit, domba-domba merumput dengan tenang, dan jalan melandai menjadi jalur bergelombang yang lembut. Tubuhku merasa lega, tetapi hatiku dipenuhi semangat. Sekadar nama "Apollo Bay," tujuanku berikutnya, seolah sudah membawa aroma laut yang terbawa angin.

Udara Dingin, Renungan yang Hangat

Sebelum matahari terbenam, aku menemukan tempat untuk berkemah dan mendirikan tenda.

Foto-foto yang kuambil menunjukkan senyuman, tetapi sebenarnya udara menusuk dingin dan tajam. Aku makan dengan cepat lalu membenamkan diri ke dalam sleeping bag, memutar ulang tanjakan dan pertemuan-pertemuan hari itu dalam benakku.

Hari itu melelahkan, tetapi pemandangan, percakapan, bahkan botol air yang tertinggal itu, semuanya terjalin menjadi sesuatu yang membekas lama. Di tengah rasa sakit di tubuh, satu pikiran mengendap dengan tenang: Hari ini adalah hari yang baik.

Memories of the Road โ€” Australia

Dari perjalanan ini

Memories of the Road โ€” Australia

Bagikan