← Cerita
Diary·Australia·25 Agustus 2025·2 menit baca

🇦🇺 Carbs untuk Sarapan, Ide-Ide Bunga, dan Hari yang Santai di Bairnsdale

Pagi yang Santai

Aku bangun sekitar pukul 7 pagi, tanpa alasan untuk terburu-buru. Perjalanan hari ini hanya 10 kilometer menuju Bairnsdale. Sarapan berubah menjadi pesta karbohidrat—ramen, mi, dan nasi kari. Perutku terasa berat, tapi hatiku penuh dengan kebahagiaan yang aneh.

Langit berwarna biru cerah tanpa batas, dan udara pagi yang segar terasa menyegarkan. Aku meregangkan tubuh di lapangan terbuka dan, karena dorongan hati, berlari sprint sejauh 100 meter. Napasku memburu, tubuhku menghangat, dan rasanya baru dan mengasyikkan. Biasanya aku hanya mengayuh pedal, jadi menggerakkan seluruh tubuh seperti itu ternyata menyenangkan di luar dugaan.

Perjalanan Singkat dan Insiden Kecil

Aku berangkat pukul 9.30.

Jalannya sebagian besar datar, dan angin sejuk menyentuh pipiku. Dengan sedikit mobil yang lewat, bahkan jalan-jalan sempit pun tidak terasa mengancam. Satu jam kemudian, aku tiba di Bairnsdale.

Aku berhenti di sebuah fasilitas bernama “Aqua-something.” Aku tidak berencana masuk ke dalam, tapi di sana aku melihat ada kebocoran air, dan sepedaku tiba-tiba roboh dengan suara keras. Jantungku berdegup kencang, tapi momen-momen seperti ini mengingatkanku bahwa perjalanan sesungguhnya adalah soal bagaimana kau bangkit kembali.

Inspirasi di Bunnings

Setelah menyesuaikan trailer, aku menghabiskan hampir enam jam duduk di sebuah bangku di fasilitas itu—bermeditasi, menatap langit, sekadar membiarkan waktu berlalu. Itu adalah kemewahan yang jarang kurasakan. Namun ketika rasa bosan mulai merayap, aku berjalan-jalan ke Bunnings terdekat.

Dikelilingi aroma kayu dan tanah, aku membeli bunga-bunga. Dan saat itulah sebuah ide baru muncul di benakku: menutupi seluruh sepedaku dengan bunga, mengubahnya menjadi “taman berjalan.” Tanaman-tanaman yang selama ini kutumbuhkan sering terguncang lepas di jalan, akarnya terbuka. Tapi jika aku mengisi trailer dengan bunga-bunga yang sudah mekar, mungkin taman itu sendiri bisa bergerak bersamaku, menyebarkan kebahagiaan sepanjang perjalanan.

Pertemuan Tak Terduga dan Cahaya Senja

Saat aku sedang larut dalam pikiran-pikiran itu, seorang pria yang lebih tua mendekatiku. “Apa yang kau lakukan ini luar biasa,” katanya. Dia bercerita tentang masa kerjanya di dekat Cairns dan bahkan memberikan informasi kontaknya, menawarkan bantuan jika suatu saat aku melewati daerahnya. Aku merasakan ikatan yang kuat—bukti bahwa bunga sungguh bisa membuka percakapan dan mempertemukan orang-orang.

Menjelang pukul 4 sore, aku pindah ke sebuah taman dan berbaring di rerumputan, menyaksikan langit berubah warna dalam cahaya senja yang lembut. Aku menyadari betapa jarangnya dalam perjalanan ini aku bisa menghabiskan waktu setenang dan sedamai ini.

Kehangatan di Malam Hari

Setelah pukul 5 sore, aku tiba di rumah tuan rumahku. Aku disambut dengan hangat, berendam dalam air panas yang meresap jauh ke otot-ototku yang lelah, dan menikmati makan malam nasi kari bersama. Aromanya yang harum dan pedas menyebarkan kehangatan ke seluruh tubuhku setelah udara malam yang dingin.

Setelah makan, kami berbincang tentang Jepang, tentang perjalanan, dan tentang kehidupan itu sendiri. Saat aku akhirnya masuk ke balik selimut, tubuhku terasa berat, tapi hatiku ringan.

Besok, aku akan bersepeda sejauh 60 kilometer menuju Lake Entrance. Dengan “sepeda bunga” baruku, mungkin aku akan memancing beberapa senyum lagi di sepanjang jalan.

Memories of the Road — Australia

Dari perjalanan ini

Memories of the Road — Australia

Bagikan