Kekacauan Mesin Tiket di Pelabuhan
Hari ini (18 Agustus) adalah hari aku akhirnya berangkat dari Bitung menuju Ambon!
Aku menghabiskan pagi bersantai di hotel dan berangkat ke terminal feri sekitar tengah hari, hanya untuk disambut oleh antrean yang benar-benar panjang.

Ini pelajaran besar yang kudapat: meskipun kamu sudah memesan tiket secara daring, kamu tetap harus mengantre di terminal untuk mencetak boarding pass fisik. Yang lebih parah, saat aku menunggu, salah satu mesin tiket macet total di layar loading dan berhenti berfungsi. Klasik!
Itu jadi pengingat yang bagus bahwa kendala-kendala tak terduga memang bagian normal dari bepergian di sini. Aku sangat bersyukur memutuskan untuk datang 30 menit lebih awal, kalau tidak keadaan bisa jadi bikin stres.
Naik ke Kapal PELNI Raksasa & Mendapat Jackpot Kabin
Aku akhirnya berhasil melewati kekacauan itu dan naik ke feri PELNI. Kapal ini benar-benar besar! Aku selalu suka mengagumi skala dan bentuk feri-feri seperti ini dari luar.

Tapi bagian yang paling penting? Kabinnya. Dan kali ini, aku dapat jackpot!
Biasanya, kamu akan dijejalkan ke dalam kamar asrama bersama yang besar dengan sekitar 100 orang. Tapi hari ini, aku ditempatkan di kamar yang lebih kecil di lantai dua dengan hanya sekitar 30 ranjang. Rasanya jauh lebih lega dan nyaman.
Seperti biasa, orang-orang lokal di sekitarku sangat ramah dan langsung mengajak ngobrol, membuat suasana tetap menyenangkan.
Matahari Terbenam yang Memukau dan Makan Malam yang Mengejutkan Enaknya
Akhirnya kapal berlayar, dan pemandangan matahari terbenam dari dek benar-benar memukau. Menoleh ke belakang melihat pelabuhan bersinar dalam cahaya senja, pemandangan itu saja sudah membuat perjalanan kapal ini terasa sepadan.

Tak lama kemudian, waktunya makan malam. Jujur, makanan hari ini jadi kejutan yang menyenangkan!
Biasanya, porsinya cukup kecil—mungkin cuma dua lauk kecil yang membuat nampan makanan terlihat setengah kosong, ditambah air minum yang nyaris tak ada. Tapi kali ini, makanannya pas mengisi seluruh nampan, dan porsinya benar-benar layak.

Sambil berjalan-jalan di koridor setelah makan malam, aku menemukan stasiun pengisian ponsel gratis yang disediakan oleh PELNI—penemuan kecil yang ternyata sangat menyenangkan di kapal sebesar ini.

Aku juga dengar mereka memutar film di suatu tempat di kapal ini, tapi aku sama sekali tidak tahu di mana letak "bioskop"-nya (tertawa). Sepertinya berkeliling menjelajahi kapal raksasa ini akan jadi misiku untuk besok.

29 Jam Menuju Ambon
Dari sini, perjalanan masih akan memakan waktu 1 hari 5 jam penuh—sekitar 29 jam total—sampai kami tiba di Ambon. Kami dijadwalkan tiba sekitar pukul 1 siang besok.
Saatnya duduk santai, menikmati irama ombak, dan bersemangat menyambut petualangan yang menantiku di Ambon!
