← Cerita
Diary·Malaysia·27 Juli 2026·2 menit baca

Lebih dari Sekadar Kota Transit: Pasar Raksasa & Kehangatan Warga Keningau

Perjalanan Lancar dari Tenom

27 Juli. Saatnya berpamitan dengan Tenom dan menuju Keningau!

Aku sangat beruntung—seorang kenalan menawarkan tumpangan. Dengan senang hati aku menerimanya, dan perjalanannya hanya memakan waktu sekitar 30 menit. Sejujurnya, ini benar-benar penyelamat!

Begitu tiba, aku langsung menyadari bahwa Keningau adalah kota yang cukup besar. Aku sarapan dulu untuk mengisi tenaga sepanjang hari.

Semangkuk mi dengan daging cincang dan semangkuk sup untuk sarapan

Membunuh Waktu & Rasa Syukur Tanpa Henti

Aku tidak punya jadwal ketat hari ini, jadi aku menghabiskan pagi untuk menata beberapa perlengkapan perjalananku dan bersantai saja.

Pemandangan jalan dengan toko-toko dan mobil terparkir di kota Keningau

Oh iya, orang yang mengantarku bekerja di sebuah tempat bernama "TMC."

Papan nama Poliklinik TMC, "We Care," di depan toko

Aku tidak bisa mengungkapkan betapa berterima kasihnya aku atas bantuan mereka. Kebaikan spontan seperti inilah yang membuat perjalanan begitu berharga.

Troli perjalananku terparkir di belakang Suzuki Jimny yang memberiku tumpangan

Sekitar pukul 2 siang, hotelku akhirnya buka untuk check-in. Aku meletakkan tasku dan langsung turun ke jalan untuk menjelajah.

Kios "Bumiputra Express" di sepanjang jalan Keningau

Pengalaman Pasar Lokal yang Luar Biasa

Keningau ternyata cukup luas dan memiliki suasana yang santai dan menyenangkan.

Area parkir beratap pasar malam "Pasar Malam Keningau"

Begitu sampai di area pasar utama, aku menyempatkan diri memotret beberapa foto dengan perangkat Global WiFi-ku. Terima kasih banyak untuk mereka yang menjadi satu-satunya sponsorku dan menjaga koneksiku tetap lancar sepanjang perjalanan ini!

Mengangkat perangkat Global WiFi-ku di depan pintu masuk pasar Keningau

Begitu melangkah masuk ke pasar, rahangku benar-benar jatuh. Jumlah makanannya luar biasa banyak! Ini mungkin pasar makanan paling beragam yang pernah kulihat sepanjang perjalanan ini.

Deretan meja makan di bawah lorong pasar beratap

Ini sangat mengingatkanku pada "Carinderia" di Filipina—deretan demi deretan hidangan individual yang siap disantap. Ada begitu banyak warung terbuka, dan suasananya benar-benar bersemangat.

Nampan-nampan berisi berbagai hidangan matang yang dipajang di sebuah warung

Bakso Ikan & Wajah-Wajah Ramah

Sambil berkeliling, aku menemukan favorit mutlakku: fish cake dan bakso ikan. Tentu saja, aku harus membelinya. Sebenarnya, aku malah membeli banyak sekali barang.

Sosis tusuk, bakso ikan, dan fish cake di sebuah warung pasar

Sekantong minuman dengan sedotan warna-warni, siap dibawa pergi

Para pemilik warung sangat ramah. Aku sempat mengobrol dengan mereka, tertawa bersama, bahkan berfoto bersama.

Swafoto bersama warga lokal di pasar malam

Sejujurnya, awalnya aku mengira Keningau hanya akan menjadi tempat transit sebentar. Tapi kehangatan warganya membuktikan aku salah. Sangat mudah untuk terhubung dengan orang-orang di sini.

Ternyata ini menjadi satu hari persinggahan yang paling menenangkan dan menghangatkan hati. Mari lihat apa yang akan dibawa esok hari!

Memories of the Road — Malaysia & Singapore

Dari perjalanan ini

Memories of the Road — Malaysia & Singapore

Bagikan