← Cerita
Diary·Australia·25 Agustus 2025·2 menit baca

🇦🇺 Adelaide Hari Ketiga: Mengumpulkan Momen untuk Dibagikan kepada Kakekku

Semakin Akrab dengan Kota Ini

Memasuki hari ketiga di Adelaide, aku mulai merasa lebih nyaman dengan ritme kota ini.

Hari ini, aku memutuskan untuk menjelajahi tempat-tempat yang direkomendasikan orang-orang kepadaku—landmark terkenal, perpustakaan, dan laut.

Ini bukan sekadar jalan-jalan melihat pemandangan. Rasanya lebih seperti mengumpulkan “adegan untuk dibagikan kepada seseorang yang kusayangi.”

Sebuah Pemandangan untuk Kakekku

Trem melaju berderak melewatiku, suaranya menggema di sepanjang jalan. Aku mengangkat kameraku dan menekan tombol rana.

Di Jepang, trem seperti ini tidak begitu umum. Bagi kakekku, ini akan menjadi sesuatu yang segar, sesuatu yang layak untuk digambar.

Perjalanan ini bukan milikku sendiri. Kakekku melukis, dan aku memotret untuk dikirimkan kepadanya. Jika foto-foto ini mengisi kanvasnya dan memberinya semangat untuk hari-harinya, tidak ada yang bisa membuatku lebih bahagia.

Jalan Menuju Laut

Meninggalkan kota, aku menemukan jalur sepeda yang mengarah langsung ke laut. Jalurnya membentang mulus sejauh berkilo-kilometer, seolah menuntunku maju.

Di ujungnya, sejauh 10 kilometer, laut muncul di bawah langit yang berawan.

Bukan hari yang cerah biru, tetapi pemandangannya tetap indah. Laut, apa pun cuacanya, selalu punya caranya sendiri untuk menenangkan hati.

Jalanan Bagaikan Buku Cerita

Dalam perjalanan kembali, aku menemukan deretan rumah-rumah kecil yang berwarna-warni.

Rumah-rumah itu terlihat seolah baru saja keluar dari halaman buku cerita.

Aku berhenti mengayuh hanya untuk menikmatinya. Perjalanan sering memberi momen-momen seperti ini—saat kita hanya ingin berhenti sejenak, menarik napas, dan memandang.

Salah Satu Perpustakaan Terindah di Dunia

Setelah itu, aku mengunjungi perpustakaan—yang katanya salah satu yang terindah di dunia.

Di dalamnya, keheningan terasa hampir seperti sesuatu yang sakral. Rak-rak buku berjajar memenuhi ruangan, dan udaranya membawa aroma samar kertas dan waktu.

Rasanya seperti hiruk-pikuk dunia luar telah tertutup sepenuhnya, menyisakan hanya kesunyian.

Mencari Sebuah Tempat

Delapan jam berlalu sebelum aku menyadarinya. Aku telah berjalan, mengamati, memotret, dan menyerap semua yang bisa kuserap.

Mengapa aku bergerak begitu banyak hari ini? Mungkin karena aku akan segera harus melanjutkan perjalanan. Mungkin juga karena rumah tuan rumah tempatku menginap tidak terasa sepenuhnya nyaman.

Apa pun alasannya, aku pergi keluar untuk melarikan diri dari perasaan itu.

Dan pada akhirnya, itu adalah pilihan yang tepat. Tempat-tempat dan momen-momen yang kutemui hari ini memberiku kekuatan untuk terus melangkah maju.

Memories of the Road — Australia

Dari perjalanan ini

Memories of the Road — Australia

Bagikan