← Cerita
Diary·Australia·25 Agustus 2025·2 menit baca

🇦🇺 Pagi di Apollo Bay: Bersepeda, Kebaikan, dan Tepi Samudra

Jalan dari Apollo Bay

Pukul empat pagi, aku terbangun dengan sendirinya. Malam masih terasa membayangi, tapi tubuhku terasa ringan tanpa kusangka. Ketika aku melangkah keluar, langit terlukis dengan matahari terbit paling memukau sepanjang perjalananku sejauh ini.

Dari cakrawala, warna-warna menyebar—jingga, merah, ungu—seperti cat air yang meresap di kanvas langit. Aku mendapati diriku bertanya-tanya, “Mungkinkah ada matahari terbit yang lebih indah dari ini?”

Setelah menyaksikan langit perlahan menjadi terang, aku memasak sarapan seperti biasa—nasi, mi, dan tuna kalengan. Makanan sederhana, tapi selalu berhasil memulihkan energiku sebelum kembali menyusuri Great Ocean Road.

Hari Penuh Tanjakan Berat dan Pertemuan yang Hangat

Jalan setelah Apollo Bay dipenuhi tanjakan curam dan turunan mendadak. Kakiku terasa berat, tapi setiap tikungan menjanjikan pemandangan baru, dan pikiran itu saja memberiku kekuatan untuk terus mengayuh.

Di sepanjang jalan, seorang wanita tua di dekat halte bus memanggilku. Dengan senyuman, ia menyerahkan sejumlah uang sambil berkata, “Belikan dirimu kopi.” Aku tertegun oleh kebaikannya. Ia tidak berutang apa pun padaku, tapi ia memilih untuk menyemangati orang asing di jalan. Tindakan kecil itu menghangatkan hatiku lebih dari matahari pagi.

Kemudian, di sebuah kota yang lebih besar, aku berhenti untuk beristirahat. Burung-burung berwarna-warni berjalan di sekitarku, berkicau dan bertengkar kecil seolah sedang bercakap-cakap dengan riuh. Aku duduk sendirian, tapi tidak merasa kesepian. Kicauan mereka menemaniku.

Berkemah di Atas Laut

Menjelang sore, aku tiba di lokasi berkemahku—di atas sebuah tebing. Awalnya, ketinggiannya membuatku gelisah, tapi pemandangannya menghapus semua kekhawatiran. Langit, laut, dan daratan terbentang tanpa batas, seperti satu lukisan yang terhampar di hadapanku.

Aku berdiri di sana sambil menarik napas dalam-dalam, menyadari: “Aku sudah berkemah di banyak tempat, tapi belum pernah di tempat seluas dan seindah ini.”

Mendirikan tenda di tebing itu terasa seperti sebuah keistimewaan langka. Meskipun angin bertiup kencang dan udara semakin dingin, sekadar berada di sana sudah menjadi hadiah yang cukup. Tidur di bawah pemandangan semacam itu—lebih dari yang bisa kuminta.

Memories of the Road — Australia

Dari perjalanan ini

Memories of the Road — Australia

Bagikan