← Cerita
Diary·Australia·25 Agustus 2025·2 menit baca

🇦🇺 Hari yang Melelahkan, Kebahagiaan Kecil, dan Rasa Syukur yang Tenang dalam Perjalanan

Hari yang Berjalan Lambat

Sejak saat aku bangun, waktu terasa berlalu dengan sangat cepat, tidak seperti biasanya. Angin kencang semalaman membuatku sulit tidur, sehingga aku sedikit kekurangan tidur. Kondisi tubuhku sebenarnya tidak buruk, tapi mungkin kelelahan akibat berkemah setelah jeda panjang telah menumpuk lebih dari yang kusadari.

Aku bangun pagi, mengikuti rutinitas seperti biasa, lalu mengemasi tenda. Tanah di sekitarnya dipenuhi kotoran hewan—hal yang biasanya akan mengganggu. Tapi hari itu aku hanya berpikir, "Ah, aku menginjaknya," lalu melanjutkan langkah. Mungkin aku tidak punya tenaga untuk peduli, atau mungkin aku terlalu lelah untuk membiarkan hal itu mempengaruhiku.

Perjalanan Singkat

Tujuan berikutnya cukup dekat—hanya berjarak satu atau dua kilometer. Ini adalah perpindahan paling mudah yang kualami dalam beberapa waktu terakhir. Meski begitu, angin kencang membuat bahkan perjalanan singkat ini sulit untuk dinikmati.

Karena masih ada waktu sebelum jadwal kedatanganku pukul 2 siang, aku duduk di taman terdekat dan mengerjakan unggahan podcast. Sudah lama aku tidak mengunggahnya, jadi menggunakan waktu luang ini untuk menyelesaikan sesuatu yang penting memberiku rasa pencapaian kecil namun nyata.

Sambutan yang Hangat

Aku tiba di rumah sesuai rencana. Kamarku memiliki tempat tidur, bahkan wastafel, sehingga terasa sangat nyaman. Aku pun langsung berbaring sejenak untuk beristirahat.

Menjelang malam, aku pergi ke ruang keluarga dan bertemu dengan bayi keluarga itu yang berusia enam bulan. Saat melihatku, bayi itu tersenyum untuk pertama kalinya. Mungkin terdengar sepele, tapi bagiku itu jarang terjadi—di Jepang, bayi-bayi sering menangis ketika melihat wajahku. Jadi senyuman sederhana itu benar-benar membuatku bahagia.

Makan malam berupa hidangan rumahan yang hangat. Tidak mewah, tapi justru karena itulah artinya begitu besar bagiku. Menyantap "makanan rumah" di tengah perjalanan selalu terasa seperti sebuah berkah.

Kembali di kamar, aku menghabiskan malam dengan tenang. Satu-satunya yang mengkhawatirkan adalah jari telunjuk kiriku yang membengkak. Mungkin ada infeksi yang masuk. Rasa sakitnya tidak parah, tapi aku berharap bisa sembuh dalam beberapa hari ke depan.

Memories of the Road — Australia

Dari perjalanan ini

Memories of the Road — Australia

Bagikan