← Cerita
Diary·Australia·24 Agustus 2025·2 menit baca

🇦🇺 Hari Kedua di Nullarbor: Pertemuan, Reuni, dan Jalan yang Masih Membentang

Pagi di Atas Dataran

Selamat pagi. Hari kedua di Dataran Nullarbor.

Aku terbangun oleh matahari terbit yang sempurna, cahaya tumpah di sepanjang cakrawala. Hanya dengan itu saja, aku sudah merasa, “Hari ini akan menjadi hari yang baik.”

Setelah membereskan tenda dan menyiapkan sepedaku, aku mulai mengayuh. Lalu, di luar dugaan, aku melihat seorang pesepeda lain mendekat dari arah berlawanan.

Di jalan seperti ini, bertemu seseorang rasanya nyaris mustahil. Aku tak bisa menahan tawa.

Kami berhenti untuk mengobrol, dan tak lama ia mengajakku, “Bagaimana kalau sarapan bersama?” Yang membuatku takjub, ia bahkan memasak untukku. Sebuah makanan sederhana yang dibagi oleh dua pengembara—usia berbeda, negara berbeda, kisah berbeda—namun entah bagaimana terhubung oleh keinginan yang sama: melihat dunia dari atas sepeda.

Momen-momen seperti ini mengingatkanku akan apa sebenarnya arti perjalanan.

Wajah yang Tak Asing di Balladonia

Menjelang siang, sekitar pukul 11 pagi, aku tiba di Balladonia, roadhouse pertama di sepanjang Nullarbor.

Aku sudah siap untuk istirahat sebentar ketika aku menyadari ada sosok yang tak asing. Ternyata pria asal Skotlandia yang pernah kutemui di Esperance—yang saat itu sedang memulihkan cedera kakinya.

Melihatnya di sini, ratusan kilometer kemudian, rasanya nyaris tak nyata. Lalu ia berkata sambil menyeringai, “Hari ini ulang tahunku.”

Apa yang terjadi selanjutnya membuatku tak bisa berkata-kata. Ia membelikanku makanan dan minuman—kentang goreng, es krim, bahkan Red Bull. “Ambil apa saja yang kau suka,” katanya sambil tertawa seperti paman yang baik hati.

Kemurahan hati orang-orang asing di jalan terus membuatku rendah hati. Gestur-gestur ini, sesederhana apa pun kelihatannya, berarti segalanya bagi seorang pengembara.

Di Ujung 90 Mile Straight

Setelah berpisah dengannya, aku kembali melanjutkan perjalanan. Tujuanku hari itu adalah mencapai awal dari 90 Mile Straight.

Jalan ini adalah jalur lurus terpanjang di Australia—146,6 kilometer tanpa satu pun tikungan atau lampu lalu lintas. Baru memikirkannya saja sudah terasa menggentarkan. Besok, aku akan menempuhnya.

Namun malam ini, aku berhenti tepat sebelum jalur itu dimulai. Aku mendirikan tenda di bawah langit yang tenang, hanya ditemani suara angin yang lembut di sekelilingku.

Matahari terbenam melukis cakrawala dengan warna-warna yang terlalu hidup untuk diungkapkan dengan kata-kata.

Aku merangkak masuk ke dalam tenda, berharap cuaca cerah yang sama untuk esok hari. Satu hari lagi di Nullarbor menanti.

Memories of the Road — Australia

Dari perjalanan ini

Memories of the Road — Australia

Bagikan