← Cerita
Diary·Australia·17 Januari 2026·2 menit baca

Melewati Perbukitan Wollongong: Bertemu Kembali dengan Teman yang Kukenal di Malaysia

Dari Wollongong ke Sydney: Tujuan Akhirnya Terlihat

Setelah menaklukkan tanjakan-tanjakan berat di Wollongong sehari sebelumnya, akhirnya aku berada di jalur yang tepat menuju Sydney. Saat memasuki Appin, muncul patung koala raksasa ini. Tapi ternyata, kalau dilihat dari dekat, agak menyeramkan juga. Kesannya memang sengaja dibuat cukup intens, menurutku.

Bertemu Kembali dengan Teman dari Malaysia

Dari sana, aku terus melaju dan mengunjungi seorang teman yang tinggal di Campbelltown. Aku bertemu orang ini di sebuah guesthouse di Georgetown, Malaysia. Kami pernah membahas betapa serunya kalau suatu hari bisa bertemu lagi di Australia, jadi ya, aku benar-benar senang akhirnya kami bisa bertemu.

Mencicipi Kekhasan Australia: Daging Kanguru

Begitu sampai di rumah mereka, aku ditraktir makan besar-besaran. Ini daging kanguru, yang dijual di sini di Australia. Katanya bisa didapat di supermarket seperti Coles atau Woolworths, jadi aku memutuskan untuk mencobanya. Daging ini populer sebagai pilihan sehat—rendah lemak, tinggi protein—dan yang paling penting, rasanya enak. Rasanya agak mirip daging domba, menurutku.

Jalan-jalan ke Pusat Kota Sydney

Lalu temanku bilang, "Ayo, kita ke Sydney." Yah, lebih tepatnya ke area pusat kota tempat Opera House dan sekitarnya, bukan Sydney secara umum. Jadi kami berangkat. Kami turun di Stasiun Circular Quay, stasiun terdekat dari Opera House, dan berjalan-jalan di sekitar area itu.

Kebaikan Seorang Teman: Menepati Janji

Kami masuk ke sebuah restoran Jepang dan makan ramen. Mereka yang mentraktir. Dulu di Georgetown, mereka pernah bilang, "Kalau kamu ke Sydney, aku yang traktir."

Mereka bilang, "Aku sudah janji, jadi ini tanggunganku," dan aku pun menikmati makanan yang benar-benar enak. Semua orang sangat baik, dan kakak-beradik itu mengajakku ke berbagai tempat. Sungguh, aku sangat bersyukur.

Keindahan Opera House di Malam Hari

Ini foto Opera House yang lupa kuambil siang harinya.

Sydney Opera House

Menjulang dari perairan Pelabuhan Sydney di Bennelong Point, Sydney Opera House adalah salah satu bangunan paling ikonik dan dikagumi di dunia — sebuah pencapaian desain visioner karya arsitek Denmark, Jørn Utzon, yang mengubah wajah arsitektur abad ke-20. Dibuka pada tahun 1973 setelah proses pembangunan yang penuh gejolak selama 16 tahun, dan ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2007, bangunan ini terus berfungsi sebagai pusat seni pertunjukan kelas dunia yang menggelar lebih dari 1.500 pertunjukan setiap tahunnya. Baik kamu datang untuk menonton konser, mengikuti tur berpemandu, atau sekadar berdiri di tepi pelabuhan untuk menikmati siluet cangkangnya yang bersinar dengan latar cakrawala Sydney, mengunjungi Opera House adalah pengalaman yang tak boleh dilewatkan.

Lihat di Google Maps

Bagaimanapun, Opera House di malam hari jauh lebih fotogenik.

Memories of the Road — Australia

Dari perjalanan ini

Memories of the Road — Australia

Bagikan