← Cerita
Diary·Brunei·14 Juli 2026·1 menit baca

Goodbye Filipina, Halo Brunei! 🇧🇳 Realita Pahit Manis Hari-Hari Perjalanan

Mengucapkan Selamat Tinggal pada Cebu

Makanan bawa pulang berupa nasi, ayam, dan salad mi yang dikemas untuk bandara

14 Juli. Hari yang dinanti pun tiba untuk berkemas dan berangkat menuju Brunei.

Aku menyantap makan terakhirku di Filipina yang penuh karbohidrat—nasi dan ramen yang kubeli sehari sebelumnya—lalu berangkat menuju bandara.

Penerbanganku pukul 4 sore, jadi aku sampai di bandara Cebu sekitar pukul 1 siang. Proses check-in lancar tanpa hambatan, lalu aku hanya bersantai dengan laptop sampai waktunya boarding. Aku sebenarnya sangat menyukai jenis waktu luang seperti ini di hari-hari perjalanan.

Papan informasi keberangkatan di Bandara Internasional Ninoy Aquino, Manila

Saat lepas landas, aku menatap keluar jendela ke arah atap-atap bata merah, hutan hijau yang lebat, dan langit biru yang sempurna itu... dan ya, rasanya menyentuh. Meninggalkan sebuah negara selalu terasa sedikit pahit manis.

Tunggu, Ada Juga yang Benar-Benar Pergi ke Brunei?

Setelah tidur siang sekitar satu setengah jam, aku mendarat di Manila untuk transit. Tapi begitu berjalan menuju konter keberangkatan untuk penerbangan ke Brunei, aku sampai menoleh dua kali. Ramai sekali.

"Tunggu, apa benar sebanyak ini orang yang terbang ke Brunei?" Brunei bukan destinasi wisata paling populer, jadi wajar aku terkejut!

Setelah 2,5 jam lagi di udara, akhirnya mendarat. Tidak ada yang mengalahkan sensasi menginjakkan kaki di sebuah negara baru untuk pertama kalinya.

Kesan Pertama pada Sebuah Negara Kaya

Koridor bergaya geometris yang mengilap di dalam Bandara Internasional Brunei

Begitu keluar dari bandara, hal pertama yang langsung terasa adalah suasananya—kaya, bersih sekali, dan sangat tertata rapi. Bandaranya sendiri kompak, tapi entah bagaimana terasa sangat luas dan didesain dengan indah.

Aku menarik $50 BND (sekitar $45 USD) dari ATM dan langsung memesan tumpangan menuju hotel menggunakan "Dart", aplikasi ride-hailing lokal.

Hari-hari perjalanan selalu berlalu begitu cepat. Rasa sedih yang tersisa karena meninggalkan Filipina sudah sepenuhnya hilang, digantikan oleh gairah menjelajahi tempat baru. Ayo mulai petualangan Brunei!

Bagikan