Kembali ke Melbourne dan Tantangan Baru

Pada hari aku kembali dari Tasmania ke Melbourne, aku memutuskan untuk mengambil tantangan baru: menambahkan trailer pada perjalanan bersepedaku.
Sejauh ini, perjalananku memang terkadang berat, tapi aku sudah terbiasa dengan ritmenya. Tak peduli seberapa curam tanjakannya atau masalah tak terduga yang muncul, aku telah belajar untuk berpikir, "Aku pasti bisa mengatasinya."
Dan mungkin justru karena itulah aku ingin mendorong diriku lebih jauh lagi. Aku menginginkan lebih banyak ketidakpastian, lebih banyak tantangan kreatif yang terjalin dalam kehidupan sehari-hariku. Begitulah aku mendapatkan ide untuk bepergian dengan trailer.
Aku menghubungi seseorang yang menjual trailer melalui Facebook Marketplace dan mengatur untuk mengambilnya secara langsung. Tapi ketika aku mencoba memasangnya ke sepedaku di tempat, ternyata ukurannya tidak pas.
"Ini sepertinya tidak akan berhasil," katanya.
Jadi aku tidak membelinya hari itu. Meski begitu, ia memberitahuku bahwa salah satu temannya memiliki toko sepeda yang bisa menangani modifikasi semacam itu. Secercah harapan itu mengangkat semangatku. "Kalau begitu, aku akan meminta mereka menyesuaikannya," pikirku, pergi dengan optimisme yang masih utuh.
Setangkai Bunga untuk Tuan Rumah

Dalam perjalanan kembali ke tempat aku menginap, aku melewati sebuah toko bunga. Langkah kakiku berhenti hampir secara alami, dan aku mengambil setangkai bunga.
Bunga itu untuk tuan rumahku—orang yang telah menyambutku selama hari-hari terakhir ini, memberikan kehangatan lewat kata-kata kecil dan ruang-ruang sederhana.
Aku ingin memberikan sesuatu sebagai balasan. Bisa jadi sepucuk surat atau kata-kata yang terucap, tapi hari itu, yang kuberikan adalah bunga.
Aku tidak pernah tahu pasti apakah gestur semacam itu benar-benar menyentuh hati seseorang. Mungkin ada juga yang menganggapnya tidak perlu. Tapi bagiku, kemungkinan bahwa itu bisa membawa kebahagiaan saja sudah cukup.
Aku tidak memberi dengan mengharapkan imbalan apa pun. Tindakan memberi itu sendiri sudah memiliki nilai.
Ketika ia menerima bunga itu, ia tersenyum. Dan hanya dari senyum itu, semua keraguanku pun lenyap.
Kekuatan Ekspresi
Belakangan ini, yang paling kuat kurasakan dalam perjalananku adalah kekuatan dari mengekspresikan. Baik lewat kata-kata maupun tindakan, membentuk rasa syukur menjadi sesuatu yang nyata dan menyampaikannya kepada orang lain membawa makna yang sesungguhnya.
Suatu saat di sepanjang jalan yang masih membentang di depan, mungkin aku akan kembali memberikan bunga kepada seseorang. Ketika saat itu tiba, aku berharap bisa melakukannya seperti hari ini—dengan kepercayaan yang tenang bahwa itu bisa membawa kebahagiaan, dan dengan kedamaian mengetahui bahwa meski tidak, itu tetap sudah cukup.
