← Cerita
Diary·Japan·25 April 2026·2 menit baca

Satu Hari di Kurume: Ramen Tak Terduga, Sushi Luar Biasa, dan Legenda Tengu Gunung Kora

Meninggalkan Shimonoseki, aku melanjutkan perjalanan menuju Kota Kurume di Prefektur Fukuoka.

Aku memang tidak terlalu suka kota yang terlalu ramai dan sibuk, jadi memandangi lanskap pedesaan yang tenang di sepanjang perjalanan benar-benar menenangkan pikiranku.

Pengalaman Tonkotsu Ramen yang Tak Terduga

Karena Kurume terkenal akan hal ini, misi pertamaku begitu tiba adalah menyantap ramen tonkotsu (kaldu tulang babi) yang otentik. Aku masuk ke sebuah kedai lokal dengan harapan tinggi, tapi jujur saja, pengalamannya cukup di luar dugaan.

Kuahnya kurang beraroma seperti yang aku harapkan, dan pelayanannya juga masih kurang memuaskan. Sungguh mengecewakan, tapi itulah bagian dari perjalanan! Aku juga sempat melewati jam mekanik terkenal di Stasiun Kurume

tapi memutuskan untuk melewatkannya kali ini karena sedang terburu-buru.

The Kurume Station Automaton Clock

Terletak di pintu masuk Stasiun JR Kurume, jam Karakuri yang megah ini merupakan penghormatan bagi penemu legendaris Tanaka Hisashige, menampilkan pertunjukan mekanik yang menawan setiap jamnya. Dengan boneka-boneka rumit yang menggambarkan sejarah lokal, tenun tradisional, dan tarian festival yang diiringi musik rakyat, jam ini berdiri sebagai simbol kebanggaan atas warisan keahlian dan inovasi teknologi Kurume yang abadi.

Pesta Sushi Penyelamat Hari Itu

Setelah melupakan kekecewaan ramen tadi, aku pergi ke rumah temanku. Kami sangat dekat, sampai-sampai aku pernah menginap di rumah mereka selama sekitar sebulan! Kami memanjakan diri dengan pesta sushi yang luar biasa, menyajikan beragam sushi aburi (dipanggang sekilas) yang sempurna.

Harganya memang cukup mahal, tapi rasa yang lumer di mulut itu berhasil menghapus semua perasaan campur aduk yang tadi aku rasakan.

Mendaki di Senja dan Tengu Perkasa dari Mii-dera

Dengan perut yang benar-benar kenyang, kami memutuskan untuk membakar kalori dengan mendaki Gunung Kora.

Pendakiannya cukup curam, tapi menyaksikan matahari terbenam keemasan menyusup di sela-sela pepohonan benar-benar terasa magis.

Tak jauh dari gunung, kami singgah di Kuil Mii-dera, tempat aku disambut oleh patung Tengu (makhluk legendaris Jepang) yang sangat besar.

Ternyata, Tengu dari Kyushu terkenal sangat perkasa dan termasuk ke dalam "Delapan Tengu Agung" Jepang. Pemandangannya sungguh menakjubkan. Di antara makanan, pendakian, dan cerita rakyat setempat, hari itu menjadi hari yang benar-benar memuaskan.

The Tengu Statue of Miidera (Atago-san Tarobo)

Jauh di dalam area Kuil Miidera berdiri patung megah Atago-san Tarobo, seorang penjaga Tengu legendaris yang dipercaya terbang dari Kyoto untuk melindungi Kurume dari kebakaran dan malapetaka. "Power Spot" yang penuh misteri ini menawarkan pengunjung sekilas gambaran tentang cerita rakyat Jepang, menampilkan dewa penunggu gunung yang garang namun bersemayam di tengah hutan yang tenang, yang secara sempurna menangkap sisi misterius dan spiritual dari sejarah wilayah ini.

Memories of the Road — Japan

Dari perjalanan ini

Memories of the Road — Japan

Bagikan